Bikin Merinding, Enam Bulan Sembelit Usus Bocah 4 Tahun ternyata Bengkak Dijejali Cacing..

Ragam

Selasa, 11 Juni 2019 | 15:43 WIB

190611153705-janga.jpg

dailymail

Sebuah postingan kembali viral dan kali ini foto yang sekilas mirip spaghetti itu diposting Valirie Ndip Agbor, dokter asal Kamerun. Disimpan dalam mangkuk stainless, netizen dibuat merinding saat tahu jika yang mereka lihat ternyata semangkuk cacing. Ya, dokter tadi memosting apa yang diharapkannya menjadi peringatan untuk  tidak menyepelekan cacingan.

Dikutip dari DailyMail kemarin, dokter dari Benua Hitam itu menunjukkan cacing parasit yang baru saja dikeluarkan dari perut bocah berusia empat tahun.  Tim dokter yang mengoperasi usus bocah ini mendapati ususnya benar-benar tersumbat oleh cacing. Si bocah dibawa ke rumah sakit setelah mengeluhkan nyeri di perut dan menderita sembelit parah yang berlangsung selama enam bulan.

Diagnosis mengungkap pasien belia itu mengalami infeksi yang mengancam jiwa akibat cacing yang bersarang di tubuhnya. Berbulan-bulan lamanya ia mengeluhkan  sakit perut disertai  muntah dengan kondisi perut bengkak. Diketahui juga jika ternyata bocah dari keluarga kurang mampu itu belum pernah mengonsumsi obat cacing. 

OMG.

Selama ini kedua orangtuanya mengaku tak sanggup membiayai pengobatan. Apalagi jarak dari rumah ke rumah sakit terdekat mencapai 76 km. Setelah bebas dari cacing yang menggerogotinya, pasien yang tak disebutkan namanya itu baru boleh pulang setelah tujuh hari. Pihak rumah  sakit membebaskannya dari biaya operasi dan obat-obatan. Ia juga pulang dengan dibekali obat anti-infeksi.

Laporan media setempat menyebut bocah lak-laki asal Menchum itu menderita ascariasis atau infeksi cacing parasit di usus kecil. Ini jenis cacing parasit paling umum di dunia dan menyerang sekitar 800 juta orang dengan  usia antara dua dan 10 tahun.

Selama ini anak-anak yang tinggal di negara-negara miskin paling berisiko terhadap parasit yang disebarkan melalui kotoran manusia dan  tidak sengaja tertelan ini. Sanitasi yang buruk dan makanan yang terkontaminasi, tanah dan air di daerah-daerah dengan kebersihan umum yang buruk biasanya menjadi pemicu.

“Kasus ini menyoroti pentingnya membersihkan cacing dewasa dan telurnya dari usus, dua kali setahun atau setidaknya setiap tahun untuk mencegah terjadinya komplikasi kronis yang mengancam jiwa,” ujar Agbor. Ia menambahkan, cacingan dapat menyebabkan kekurangan gizi, memengaruhi pertumbuhan fisik dan ingatan serta keterampilan berpikir.

Persoalan ekonomi  dan pendidikan kesehatan membuat Kamerun kesulitan  mengendalikan penyebaran infeksi. Pasien yang ditanganinya misalnya  tinggal di daerah berbukit sehingga menyulitkan petugas kesehatan untuk memantau. Meski demikian Agbor dan tim setidaknya memastikannya kondisi pasien kini sudah pulih.


Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR