Terinspirasi Gitaris Legend, Maskapai Penerbangan Belanda Kenalkan Pesawat Berbodi Gitar Listrik

Ragam

Selasa, 11 Juni 2019 | 15:00 WIB

190611154226-terin.jpg

dailymail

Maskapai penerbangan Belanda KLM mendanai proyek penerbangan perintis yang diprediksi bakal memicu perubahan bentuk pesawat komersial selamanya, utamanya dari segi desain. Dinamai Flying-V, proyek yang didukung secara finansial oleh KLM ini menawarkan pesawat dengan bentuk unik tepatnya seperti gitar elektrik.

Dikutip dari DailyMail beberapa waktu lalu, daya angkut pesawat gitar ini tetap sama dengan pesawat “normal” dan mampu mengangkut 314 penumpang. Nama pesawat terambil dari gitar listrik ikonik produksi Gibson tahun 1958, Flying-V. Gitar yang sama  digunakan sejumlah gitaris legendaris  mulai dari Eddie Van Halen, Jimi Hendrix, hingga Brian May dan Keith Richards.

"Gibson Air".

Revolusioner.

Konsep pesawat dikembangkan peneliti  Universitas Teknologi Delft di Belanda. Hasilnya benar-benar anti-mainstream, pesawat dengan moncong berbentuk V. Pesawat berkonfigurasi unik ini juga berbahan bakar 20 persen lebih hemat. Dua sayapnya yang terentang memberi ruang cukup bagi penumpang, termasuk kargo, tangki bahan bakar, dan  infrastruktur lainnya. Ukuran Flying-V secara umum setara Airbus A350 dan Boeing 787.

Sepasang mesin jet turbofan di bagian belakangnya juga mengurangi jejak karbon dan menurunkan pengeluaran bahan bakar. Pieter Elbers, kepala eksekutif KLM, menolak mengungkapkan sejauh mana persisnya proyek tersebut tetapi ia meyakini potensinya dalam hal “inisiatif penerbangan yang berkelanjutan”.

Miliki ruang cukup di dua bagian sayap.

Tak perlu hanggar baru.

Ukuran Flying V yang setara Airbus A350 dan Boeing 787 juga memungkinkan pesawat bisa tetap menggunakan gerbang, hanggar, dan landasan pacu yang sudah ada. Lebar totalnya 215 ft (65 m) dan panjang 180 kaki (55 m). Detail bagian dalamnya dipastikan  berbeda dari pesawat kebanyakan, tetapi berbagai pengaturan tempat duduk yang inovatif, juga kamar dan perlengkapan lainnya bisa dilakukan.

Perabotan yang ringan juga  memungkinkan pesawat memaksimalkan efisiensi bahan bakar. Profesor Henri Werij, dekan fakultas teknik kedirgantaraan universitas mengatakan tujuan Flying V adalah menciptakan dunia penerbangan yang lebih berkelanjutan.

Berkelanjutan.

Onward.

“Desain pesawat baru dan hemat energi seperti Flying-V ini penting, seperti halnya  bentuk-bentuk baru tenaga penggerak lain. Tujuan utama kami adalah penerbangan bebas emisi,” katanya kepada The Times.

Noted!

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR