Pembeli Misterius Rela Rogoh Kocek Rp 724 Miliar demi Karya Seniman Inggris Ini

Ragam

Senin, 20 Mei 2019 | 16:00 WIB

190520155401-pembe.jpg

dailymail

Salah satu mahakarya pelukis Francis Bacon terjual di rumah lelang Sotheby New York dengan harga lebih dari $ 50 juta atau sekitar Rp 724 miliar, pertengahan minggu lalu. Berjudul Study For A Head (1952), lukisan yang termasuk dalam seri “screaming popes” ini awalnya diperkirakan bernilai antara 20 juta dolar AS (289 miliar) hingga 30 juta dolar AS (Rp 343 miliar).

Namun ternyata lukisan yang menjadi koleksi Richard E. Lang dan Jane Lang Davis sejak tahun 1975 itu terjual seharga 50,4 juta dolar AS. Sebelumnya selama 57 tahun hanya satu kali saja karya Bacon ini dipamerkan di depan umum. Meski demikian tidak ada detail mengenai identitas pemilik barunya kini.

Terinspirasi ayah.

Seri "screaming popes".

Karya Bacon ditawarkan untuk penjualan kontemporer rumah lelang Sotheby yang Kamis malam itu total menghasilkan $ 342 juta atau Rp 4,9 triliun. Karya lainnya yang terjual merupakan koleksi mural Mark Rothko, Untitled (1960) yang terjual dengan banderol $ 43 juta atau Rp 623 miliar.

Namun total penjualan ini masih kalah dibanding rumah lelang  Christie yang  beberapa minggu  lalu meraup $ 538,9 juta atau tak kurang dari Rp 7,5 triliun. Termasuk rekor baru nilai penjualan karya  seniman Jeff Koons dengan penawaran tertinggi $ 91 juta atau Rp 1,3 triliun untuk karyanya berjudul Bunny (1986).

Karya Jeff Koons ini dilepas dengan harga $ 91 juta atau Rp 1,3 triliun.

Dilahirkan di Dublin, Irlandia dari orangtua berdarah Inggris, Bacon mulai melukis pada usia 20-an dan menjadi seniman terkemuka abad ke-20. Menurut Sotheby, Study For A Head terinspirasi kedisiplinan sang ayah yang mengusirnya dari rumah setelah melihatnya mengenakan pakaian dalam ibunya.

Lukisan sendiri menunjukkan seorang pria yang tengah berteriak. Ini menjadi  satu dari enam koleksi yang terinspirasi karya Diego Velazquez tentang Paus Innocent X.

Dua dari inspirasi Bacon, lukisan karya seniman ekspresionis Edvard Munch (The Scream, kiri) dan Portrait of Paus, Paus Innocent X karya Diego Velazquez dari abad ke-17 (kanan).

Francis Bacon.

Gregoire Billault, kepala departemen seni kontemporer Sotheby di New York, mengatakan, Study For A Head merupakan karya terbaik dari enam sapuan  Francis Bacon pada tahun 1952. Lukisan ini mengandung semua elemen karya seniman paling terkenal dari masanya, kacamata pince-nez rusak, mozzetta ungu dan teriakan.

Inspirasi lainnya datang dari karya-karya Velazquez, Munch dan Poussin serta eksplorasi Bacon akan manusia. Karya-karya lain dari seri ini berada di Tate Britain, London dan Yale Centre for British Art, New Haven. Bacon meninggal karena serangan jantung pada tahun 1992.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR