Kasus Obesitas Bergeser ke Pedesaan

Ragam

Selasa, 14 Mei 2019 | 09:26 WIB

190514092939-kasus.jpeg

CNN Indonesia

OBESITAS meningkat lebih cepat di kawasan pedesaan dibandingkan perkotaan. Studi anyar ini melawan asumsi sebelumnya yang menyebutkan bahwa epidemi global obesitas merupakan masalah utama masyarakat perkotaan.

"Ini berarti bahwa kita perlu memikirkan kembali bagaimana kita mengatasi masalah kesehatan global ini," ujar salah satu penulis studi, Majid Ezzati dari Imperial College London's School of Public Health, melansir AFP.

Baca Juga: Naik 40 kg Usai Melahirkan, Tak Tahan Istri Tidak Seramping Dulu Suami Pilih Cerai

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature ini menggunakan data dari 200 negara dan wilayah. Data menunjukkan kenaikan rata-rata sekitar 5-6 kilogram terjadi pada wanita dan pria yang tinggal di kawasan pedesaan sejak tahun 1985 hingga 2017. Sementara wanita dan pria yang tinggal di perkotaan mengalami kenaikan 38 dan 24 persen lebih sedikit.

Pengecualian terjadi pada wilayah sub-Sahara Afrika, di mana pertambahan berat badan lebih banyak dialami wanita perkotaan.

"Pasokan makanan di zaman sekarang tersedia dalam ragam kombinasi. Makanan olahan menjadi bagian dari diet orang-orang kurang mampu," ujar Ezzati.

Baca Juga: Pakar : Mengonsumsi Nasi Bisa Membantu Menurunkan Berat Badan

Peneliti menggunakan ukuran standar indeks massa tubuh (BMI). Seseorang dengan BMI 25 atau lebih dianggap mengalami kelebihan berat badan. Sementara mereka dengan BMI 30 atau lebih masuk ke dalam kategori obesitas. Angka BMI ideal berkisar antara 18,5-24,9.

Peningkatan BMI terbesar dalam kurun waktu tersebut terjadi pada pria di China, Amerika Serikat, Bahrain, Peru, dan Republik Dominika. Rata-rata dari mereka mengalami kenaikan berat badan 8-9 kilogram per orang.

Obesitas telah menjadi masalah kesehatan global. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, sekitar dua miliar orang dewasa di dunia mengalami kelebihan berat badan. Hampir sepertiga dari mereka menderita obesitas.

Obesitas juga menjadi pintu masuk beragam penyakit kronis lain seperti jantung, stroke, diabetes, dan sejumlah kanker. Padahal, obesitas dapat ditangani.

"Kolaborasi faktor risiko menantang kami untuk membuat program dan kebijakan yang fokus untuk mencegah kenaikan berat badan," kata Ezzati.

Sumber: CNN Indonesia

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR