Selamatkan Anak Balitanya dari Hantaman Bus Tahun 1991, Perempuan Ini Bangun Setelah 27 Tahun Koma

Ragam

Kamis, 25 April 2019 | 10:22 WIB

190424133026-dua-p.jpg

dailymail

Bagaimana  rasanya tak sadarkan diri selama hampir tiga dekade? Tak terbayangkan pastinya tapi itulah yang dialami seorang perempuan asal Uni Emirat Arab bernama Munira Abdulla. Selama 27 tahun ia hanya terbaring di atas tempat tidur. 

Dikutip dari DailyMail kemarin, Munira berusia 32 tahun saat mengalami insiden yang membuatnya koma. Tepat di tahun 1991 mobil yang ditumpanginya dihantam  bus di  jalur Al Ain. Meski dinyatakan hidup, luka trauma di kepala membuatnya seperti mayat yang bernapas saja. 

Dan 27 tahun berlalu, tahun lalu setelah rehabilitasi di Jerman, dia mulai mengeluarkan suara. Munira terdengar mencoba memanggil putranya Omar yang terlibat perdebatan di ruang perawatan rumah sakit. Beberapa hari kemudian Munira untuk pertama kalinya mampu mengucapkan nama sang buab hati. Kini ia dapat melafalkan doa dan melakukan percakapan dengan orang-orang yang dicintainya.

Sheikh Mohamed bin Zayed, Pangeran Mahkota Abu Dhabi (tengah) menjamin biaya pengobatan Munira di Jerman hingga akhirnya siuman.

Kesembuhan yang terasa bak keajaiban ini diungkapkan Omar dalam sebuah wawancara dengan The National. Ia juga mengaku tak mampu mengungkapkan perasaan bahagianya. Dia juga mengungkapkan apa yang dialami Munira di hari yang merampas kesadarannya hingga puluhan tahun itu. 

Menurut Omar, dirinya berusia empat tahun saat kecelakaan terjadi. Hari itu ia bus yang biasa ditumpanginya pulang dari taman kanak-kanak tidak beroperasi. ada bus yang tersedia. Adik ipar Munira pun kemudian menjemputnya. Ia dijemput oleh paman dan ibunya yang ternyata ikut. Keduanya duduk di kursi belakang. Belum sampai dirumah mereka  mengalami kecelakaan lalu lintas fatal.

What did she miss? 

Tak sadarkan diri sejak 1991 Munira melewatkan banyak peristiwa penting di dunia. Apa saja? Berikut di antaranya:

1991: Runtuhnya Uni Soviet

1993: Internet diperkenalkan pada publik

1997: Kematian Putri Diana 

2003: Amerika menginvasi Irak 

2007: iPhone pertama kali dirilis 

2009: Michael Jackson meninggal 

2011: Osama bin Laden terbunuh

2013: Nelson Mandela meninggal 

2016: Donald Trump terpilih sebagai Presiden  AS

Ia tak ingat bagaimana persisnya, yang pasti sang ibu memeluknya saat bus menghantam bodi mobil. Munita secara refleks melindungi Omar yang duduk di sampingnya. Dan sementara ibunya menderita cedera kepala parah, dia hanya  memar-memar saja. 

Berjam-jam telantar tanpa perawatan pihak keluarga membawanya ke sebuah klinik di London. Di sana dokter mendiagnosis pasien mengalami kondisi vegetatif. Artinya ia sama sekali tidak responsif tetapi dapat merasakan sakit. Berikutnya Munita kembali ke UEA dan harus dibantu ventilator serta  selang makanan untuk membuatnya tetap hidup.

Miracle.

Apa yang diharapkan berlangsung cepat itu ternyata bertahan hingga 27 tahun. Tetapi pada bulan April 2017, Sheikh Mohamed bin Zayed, Putra Mahkota Abu Dhabi mendengar kasus ini dan menjamin perawatan Munira di Jerman. Tim dokter melakukan operasi untuk memperbaiki otot dan memberi obat untuk memperbaiki pola tidur. 

Satu tahun kemudian, ia mulai mengeluarkan suara dan tiga hari setelah itu Munira memanggil Omar. "Ibu benar-benar memanggilku. Rasanya seperti terbang, aku tak bisa melukiskan perasaanku. Bertahun-tahun aku hanya bisa membayangkan suara ibu dan akhirnya namaku yang pertama kali terdengar darinya,” ungkap Omar. 

Sekarang, Munira sudah dapat memanggil nama orang-orang yang dicintainya, melafalkan doa dan berbincang ringan. Laporan medis dari Rumah Sakit Mafraq bulan lalu mengatakan, Munira mampu  berkomunikasi dengan sekitarnya dengan cara dan suasana yang akrab. 

Ia tidak kehilangan ingatan akan keluarganya. Laporan juga menyebut pasien masih membutuhkan fisioterapi teratur untuk memulihkan otot-otot tubuhnya yang selama ini tak melakukan gerakan apa pun. Namun secara umum Munira sangat stabil, sesuatu yang sangat disyukuri keluarga, terutama Omar.

Good-Lord.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR