Picu Kemarahan, Seniman Cina Gali Kuburan demi Berfoto dengan Ayah

Ragam

Rabu, 10 April 2019 | 14:42 WIB

190410144357-menga.jpg

dailymail

Merayakan Qingming Festival atau Tomb-Sweeping Day, festival yang dirayakan sebagai penghormatan bagi mereka yang telah meninggal, timeline media sosial di Negeri Tirai Bambu dihebohkan foto-foto viral seorang pria yang merayakannya dengan berfoto bersama mendiang sang ayah. Persoalannya, seniman bernama Siyuan Zhuji itu melakukannya tak hanya dengan berfoto di pemakaman.

Dikutip dari DailyMail kemarin, Zhuji memicu kontroversi setelah memosting foto dirinya bersama tulang belulang ayahnya. Dan ia melakukannya tanpa sehelai benang pun. Wait-what?! Ya, seperti yang viral di berbagai platform medsos, seniman asal Beijing berusia 33 tahun itu berbaring tanpa pakaian dengan sesusunan rangka manusia yang tak lain sisa-sisa jasad ayahnya. 

OMG.

Sampai rela menggali dulu.

Diabadikan sang istri.

Ditinggal ayah sejak usia tiga tahun.

Dibuat akhir bulan Maret, Zhuji yang merindukan mendiang ayahnya sejak usia belia memostingnya bertepatan dengan Qingming Festival. Even yang biasa dirayakan oleh mereka yang kehilangan orang yang dicintai. Namun apa yang dilakukannya dianggap bukan bentuk penghormatan melainkan penghinaan dan mempermalukan keluarga. Laporan  Beijing News, Zhuji yang bernama asli Lulu kehilangan figur ayah yang meninggal akibat kanker  sejak berusia tiga tahun. 

Berfoto dengan ayah meski dalam bentuk tulang belulang menurutnya sudah menjadi impiannya. Karena itu ia pun membongkar makam dan menggali kuburan keluarga. “Rasanya luar biasa. Aku tak pernah sedekat itu dengan ayah. Apa yang aku lakukan ini tak lebih dari ekspresi pribadi,” katanya. Soal keputusannya berfoto telanjang, Lulu menyebutnya sebagai simbol kesucian.

I mean..

Sudah mendapat izin.

Dad.

Dibongkar paksa.

Fame only?

Lulu juga meyakinkan apa yang dilakukannya mendapat dukungan. Buktinya foto-foto kontroversialnya diambil istrinya sendiri Lin Shan setelah mengantongi izin dari pengelola pemakaman. “Kita tak seharusnya takut memperlihatkan seni apa pun pada dunia,” ujar pemilik akun Weibo (platform lokal sejenis Twitter) yang kini kena suspend itu. Sejak diposting dokumentasi “foto keluarga” Lulu itu sudah dilihat 28 juta kali dan banjir komentar. 

Di luar mereka yang sepakat dengan alasan Lulu, sepertinya masih lebih banyak yang melihatnya sebagai pelanggaran. “Kamu menggali kuburan ayah sendiri hanya demi popularitas. Jika tidak, lalu untuk apa diposting?”, “Tak masalah jika ada yang ingin berbaring dengan jasad orang yang dicintai tapi tak bisa diterima jika kemudian diabadikan dan di-share.” 

Will you?

I don't know..

Demikian di antara komentar yang muncul. Di Cina sendiri ada banyak mitos dan keyakinan mengenai kosekuensi dari aksi yang dianggap mengusik makam. Dan menggali jasad keluarga sejauh ini dinilai bisa membawa karma karena tidak menghormati mereka yang telah mangkat.

Hmmm..

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR