Google Chrome Bisa Beritahu Pengguna Jika Diretas

Ragam

Selasa, 12 Februari 2019 | 11:09 WIB

190212111140-googl.jpg

GOOGLE memperkenalkan fitur baru untuk peramban besutannya, yakni Chrome. Kali ini, browser itu dapat memberitahu pengguna apabila ada akunnya yang menjadi korban peretasan.

Dikutip dari The Inquirer via Liputan6.com, Selasa (12/2/2019), fitur anyar ini hadir dalam bentuk ekstensi. Jadi, extention ini akan aktif saat mendeteksi pengguna memasukkan username dan password di sebuah layanan.

Apabila ekstensi ini mendeteksi credential password akun tersebut telah dijebol, baik dari kebocoran data atau upaya pembobolan paksa, pengguna akan segera menerima peringatan.

Setelah itu, pengguna akan disarankan untuk mengganti password miliknya. Meski dapat mengetahui akun sudah diretas atau tidak, Google memastikan tidak akan mengetahui informasi detil dari akun tersebut.

Karenanya, Google bekerja sama dengan Stanford University untuk melindungi privasi akun tersebut. "Ini merupakan versi pertama Password Checkup, dan akan terus diperbaiki ," tutur Google.

Google juga memperkenalkan tool bernama Cross Account Protection. Alat ini membantu pengguna mengetahui jika ada hacker yang mencuri credential akun Google untuk masuk ke layanan pihak ketiga.

Nantinya, Google akan mengirimkan informasi pada pengguna jika terjadi pembajakan akun. Selain itu, Google juga akan menginformasikan hal itu pada penyedia layanan untuk segera dilakukan penindakan.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR