Hanya 50 Orang di Dunia, Alami Sindrom Manusia Serigala Wajah Siswa SMP Diselimuti Rambut

Ragam

Senin, 11 Februari 2019 | 13:36 WIB

190211130118-alami.jpg

dailymail

Seorang warga India menderita kondisi langka yang dikenal dengan sindrom werewolf  yang membuatnya terlihat seperti “serigala jadi-jadian”. Akibat kelainan ini seluruh wajahnya diselimuti rambut. Warga bernama Lalit Patidar yang masih berusia 13 tahun tersebut lahir dengan hipertrikosis bawaan.

Kondisi yang tidak dapat disembuhkan ini menyebabkan rambut-rambut halus dalam jumlah tidak normal dengan panjang  5 cm tumbuh di wajah, lengan, dan bagian tubuh lainnya. Siswa sekolah  yang tinggal di Madhya Pradesh ini pun sangat mudah dikenali, bahkan dari kejauhan.

Lalit di sekolah.

Ingin jadi polisi.

Dikutip dari DailyMail beberapa waktu lalu, meski memiliki fisik tak biasa, Lalit terbilang pintar. Di sekolah ia pun sangat populer dan tak mendapat penolakan dari teman-teman sebayanya. Bully datang dari mereka yang baru melihatnya. Tak jarang “orang-orang asing” itu melemparinya batu dan memanggilnya monyet. Di luar itu, Lalit sangat normal dan bermimpi suatu hari bisa menjadi polisi.

“Aku hanya lahir dengan rambut yang terlalu banyak di wajah, itu saja. Kadang aku berharap bisa seperti yang lain, tapi aku sudah terbiasa dan  nyaman dengan diri sendiri,” ujarnya.  Sang ibu Parvatibai (42) menyebut kondisi lalit yang memiliki lima saudara perempuan sudah terlihat sejak lahir.

Cerdas dan atletis.

“Setengah jam pertama setelah lahir, aku melihat tubuhnya ditutupi rambut yang luar biasa. Kami segera meminta dokter memeriksa dan memotong rambutnya tapi katanya tidak bisa, tak ada obat untuk ini,” paparnya. Sempat sedih Parvati tetap bersyukur. Apalagi Lalit sangat ditunggu kelahirannya.  

“Aku punya lima anak perempuan dan kami berdoa di banyak kuil untuk memiliki seorang putra. Doa kami terjawab ketika Lalit lahir. Dia berbeda tetapi tetap sangat istimewa. Lalit lahir setelah banyak doa,” katanya.  Sementara itu meski terbiasa, Lalit kadang kesulitan dengan pernapasan dan penglihatan gara-gara rambutnya.

With sissies.

Apa Itu Hipertrikosis?

Hipertrichosis adalah istilah yang digunakan untuk pertumbuhan rambut di bagian tubuh yang melebihi jumlah  biasanya. Ini tidak termasuk rambut berlebihan yang disebabkan oleh tingginya kadar hormon pria. Pilihan pengobatan untuk kelainan ini terbilang terbatas dan hasil terapinya tidak selalu memuaskan. Sejauh ini tidak ada metode penghilangan rambut yang tepat, tergantung pada karakter, area, dan jumlah pertumbuhan rambut serta usia  dan preferensi pribadi pasien.

Metode perawatan yang tersedia saat ini meliputi prosedur kosmetik; pemutihan, pemangkasan, pencukuran, pencabutan, waxing, obat kimia, dan pencukuran bulu elektro; dan hair removal menggunakan sumber cahaya dan laser. Penghilangan rambut dengan bantuan laser adalah metode paling efektif untuk jangka panjang.

With parents and grannies.

Tidak diketahui berapa banyak orang yang menderita jenis gangguan terlangka ini, tapi diperkiraan  hanya sekitar 50 orang. Ayah Lalit, petani seledri dan bawang putih berusia 45 tahun, Bankatlal mengatakan, “Ketika Lalit berusia dua tahun, aku membawanya ke rumah sakit besar di Baroda. Tapi tim  dokter mengatakan tidak ada obatnya,” katanya. Ia juga senang karena anak-anak di sekolah Lalit menerima putranya yang dikenal cerdas dan atletis.

Kepala sekolah Lalit, Babulal Makwana mengakuinya, “Lalit unggul dalam olahraga. Dia sangat populer di kelasnya dan semua orang menyukainya. Awalnya siswa yang lain kaget tapi sekarang sudah biasa." Perlakuan tak pantas hanya diterima Lalit setiap kali dirinya ke luar kota. "Kadang-kadang orang tak berhenti menatapku dan beberapa memanggilku monyet,” katanya.

Enam bersaudara.

Diakui membuat sakit hati, Lalit tetap bersyukur memiliki keluarga yang melindungi. Ia juga ingin menjalani operasi tapi karena belum tidak mungkin Lalit  memilih optimis. Ia bahkan memiliki ambisi untuk bergabung dengan kepolisian. “Aku akan memasukkan semua pencuri dan penjahat ke penjara. Aku ingin menjadi polisi yang jujur dan dengan itu aku juga bisa menjaga ibu dan ayahku." Ia menyebut keduanya sangat berharga dan untuk mereka Lalit ingin berbakti.

 

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR