Soto Bernuansa Lembur Kuring

Wow, Lezatnya Soto Bathok Kang Oboy

Ragam

Rabu, 6 Februari 2019 | 12:58 WIB

190206130154-wow-l.jpg

Krisbianto

Owner Soto Bathok Taufik Budhi Hidayat (Oboy) bersama istri tercintanya di Jalan Cibeunying No.4, Bandung, belum lama ini.

JIKA anda penggemar soto dan tinggal di Kota Bandung dan sekitarnya tidak ada salahnya mencoba " Soto Bathok Kang Oboy ". Sesuai dengan namanya, di tempat ini pengunjung akan merasakan lezatnya soto yang disajikan menggunakan mangkuk yang terbuat dari tempurung kelapa (bathok).

Tak hanya cara penyajiannya yang unik, rasa dari soto daging sapi yang ada di tempat makan ini juga sangat lezat dan enak.

Segar dan tidak berlemak adalah rasa yang akan kita dapatkan pertama ketika mencicipi kuah soto bathok yang bening. Rasa gurih kuahnya yang berasal dari kaldu daging sapi sangat pas, dan akan semakin nikmat ketika ditambahkan perasan air jeruk nipis, sambal, dan kecap. Isi dari soto bathok ini adalah tauge, taburan daun seledri, taburan bawang merah goreng dan nasi putih disajikan terpisah.

Menyantap soto ini akan semakin nikmat jika ditemani tempe goreng, sate usus, dan sate telur puyuh. Meskipun disajikan hanya dengan mangkuk dari tempurung kelapa, dan tampak porsinya tidak terlalu besar, tetapi menyantap satu porsi soto bathok ini sudah akan terasa kenyang.

Soto Gurih Sehat tanpa jeroan.


Owner Soto Bathok, Taufik Budhi Hidayat (Oboy) mengatakan, dirinya sengaja menggunakan tempurung kalapa sebagai mangkuk karena saat pertama kali merintis usaha ini, terbesit bisnis kuliner tapi yang unik. Selain itu, penggunaan bathok juga bisa menjadi ciri khas dan menarik minat para pembeli dan masyarakat Bandung suka yang unik-unik.
 
"Jika berkaitan dengan penggunaan nama Soto Bathok, sengaja menggunakan bathok kelapa sebagai brand image soto racikannya. Tak hanya di soto yang memakai bathok, seduhan kopi khas Jawa Barat pun tersaji dengan bathok kelapa.Tidak hanya penyajiannya yang unik, rasanya yang lezat, hal lain yang khas dari soto Bathok satu ini adalah bangunan dari warung soto ini, dibikin suasana Lembur Kuring,” kata Kang Oboy saat ditemui di Jalan Cibeunying No.4 Bandung, belum lama ini.

Brand Bathok ini, katanya, memang ditujukan semata-mata untuk memberikan keleluasaan bagi para pelanggan dalam memilih menu makanan soto dalam berbagai varian jenis dan rasa bukan kadaerahan. Berbagai varian soto bathok dari mulai soto bening, bila dicoba yang terasa dilidah tak jauh berbeda dengan soto yang ada di Jawa Tengah yakni soto Boyolali. Cuma isinya saja agak berbeda. Varian yang kedua yakni soto kuning, bila pernah merasakan soto Lamongan atau soto Madura, rasanya tak jauh berbeda, namun memiliki ke khasannya tersendiri.
 
“Varian ketiga yakni, soto gurih, cita rasanya hampir sama dengan soto Betawi, namun kali ini sotonya tak pakai jeroan, jadi sehat dan nikmat untuk digoyangkan lidahnya,” ujar Kang Oboy.

Kombinasi hidangan yang lezat dan suasana yang nyaman menjadikan Soto Bathok Kang Oboy ini, lanjutnya, selalu ramai dikunjungi pembeli. Hal tersebut terbukti, walaupun belum lama grand openingnya, setiap harinya mampu menjual lebih dari 300 porsi soto lebih, apalagi kalau hari libur panjang lebih banyak lagi.

“Soto Bathok ini sehat untuk dikonsumsi, selain tidak pakai pecin, rahasianya bisa segar dan lezat yakni tetap memakai santan sedikit dicampur susu dan kayu manis, untuk menimbulkan rasa lezat dan nikmat. Hal inilah yang menjadikan soto bathok ini punya ciri khas tesendiri,” jelasnya.

Untuk masalah harga, anda tidak usah khawatir, karena dengan Rp 16 ribu anda sudah dapat menikmati satu porsi soto bathok bening, kuning dan campur. Sedang untuk tempe bacem, tahu bacem harganya hanya Rp 2 ribu, sate usus Rp 3 ribu, sate ati ampela Rp 7 ribu, sate telur puyuh Rp 5 ribu, sate paru Rp 7 ribu dan perkedel Rp 2 ribu.

Terdapat menu anyar lain yakni Sego Sewu Rp 1 ribu, Kopi Bathok Gula Aren Rp 10 ribu. Lokasi Soto Bathok ini terletak di Jalan Cibeunying No.4, Bandung sekitar Cilaki. Setiap harinya warung ini buka dari pukul 08.00 pagi hingga 21.00. (Krisbianto).




Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR