Jangan Katakan Malam Jumat "Sunah Rosul", Ini Alasannya

Ragam

Kamis, 17 Januari 2019 | 08:58 WIB

190117090251-janga.jpg

net

KITA mungkin sering mendengar atau membaca tulisan di status medsos tentang "Sunah Rosul" yang merupakan ungkapan halus berhubungan badan. Bahkan ungkapan ini menjadi bahan candaan yang sudah biasa dilakukan di hari Kamis.

Padahal tanpa disadari kalaupun benar akan melakukan hubungan badan, ungkapan itu jadi mengumbar dirinya ke orang lain. Sudah jelas bahwa bagi suami istri mengumbar-ngumbar hubungan di muka umum, sangat dilarang oleh Rasulullah.

Sebagaimana diriwayatkan dari Asma’ binti Yazid, bahwa ia berada di majelis Rasulullah, sementara kaum laki-laki dan wanita duduk di situ.

Rasulullah berkata, “Barangkali seorang laki-laki menceritakan hubungan intim yang dilakukannya bersama istrinya? Barangkali seorang wanita menceritakan hubungan intim yang dilakukannya bersama suaminya?”

Orang-orang diam saja. Aku berkata, “Demi Allah, benar wahai Rasulullah. Sesungguhnya kaum wanita melakukan hal itu demikian juga kaum pria.”

Rasulullah bersabda, “Jangan lakukan! Sesungguhnya hal itu seperti setan laki-laki yang bertemu dengan setan perempuan di jalan lalu keduanya bersetubuh sementara orang-orang melihatnya,” (HR Ahmad, hasan).

Jika Anda termasuk salah seorang yang melakukan demikian, maka berhentilah. Jangan Anda lakukan kembali. Sebab, selain dilarang mengolok-olok sunnah Rasul, menjatuhkan citra Islam, juga hadis yang menganjurkannya tidak diketahui kebenarannya. Bahkan ternyata setelah diselidiki itu bukanlah hadis. Melainkan ungkapan dari orang yang tidak bertanggungjawab.

Ya, ungkapan, “Barangsiapa melakukan hubungan suami istri di malam Jumat (kamis malam) maka pahalanya sama dengan membunuh 100 Yahudi,” ini tidaklah benar. Sejauh ini, menurut beberapa alim ulama maupun ustadz dan saudara yang menyelisik riwayat sabda tersebut. Namun, belum ditemukan dalam Kitab manapun.

Seperti dilansirkan Konsultasi Syariah, Ustaz Abdullah Zaen, M.A. menjelaskan, belum pernah menemukan riwayat seperti disebut di atas (pahala berhubungan intim di malam jumat sama dengan membunuh 100 Yahudi-red).

“Kami belum pernah menemukan ayat Alquran atau hadis sahih yang menunjukkan anjuran tersebut. Jika ada yang menyampaikan hal tersebut maka dia diminta untuk menyampaikan dalil,” jelasnya.

Sebaiknya cermati sabda Rasulullah ini, “Barangsiapa yang berdusta atas namaku secara sengaja, maka hendaklah dia menempati tempat duduknya di neraka.” (HR. Bukhari no. 1291 dan Muslim no. 4). Naudzubillah.

Lebih jelasnya klik di sini.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR