Sehari Lima Operasi Hingga Puluhan Jam

Menakjubkan atau Menakutkan, Dokter Bedah Tertidur Saat Tangani Pasien Darurat

Ragam

Jumat, 11 Januari 2019 | 13:00 WIB

190111122048-sehar.jpg

dailymail

Dianggap berdedikasi seorang ahli bedah Cina banjir pujian dan dianggap sebagai pahlawan setelah bekerja selama  20 jam tanpa henti untuk menyelamatkan pasien gawat darurat. Aksi yang meski diakui luar biasa tapi juga memicu pertanyaan soal kelayakan prosedur keamanan pasien.

Ahli bedah ortopedi bernama Luo Shanpeng ini mendadak viral menyusul ramai foto dirinya di media sosial. Tentunya bukan foto biasa. Dikutip dari DailyMail kemarin, netizen dibuat trenyuh melihatnya tertidur di meja operasi setelah memasang kembali lengan seorang pekerja migran yang putus.

Luo  tidur dalam posisi berdiri nyaris  “rubuh” di meja saking lelah, masih memegang lengan yang baru saja dipasangnya pada tubuh pasien. Laporan media setempat, hari itu dia telah melakukan lima operasi dan operasi keenamnya berlangsung selama delapan jam.

Pingsan sambil menunggu gips kering.

"Melihat ini membuat hatiku sakit," ujar  perawat yang mengambil foto rekannya tadi. Ia mengaku melakukannya saking respek. Hasilnya foto yang kemudian diposting itu viral di timeline WeChat, platform komunikasi sejenis Twitter di Cina. Luo bekerja di Rumah Sakit Rakyat No. 6 di Guiyang di Provinsi Guizhou, Cina tenggara.

Kepada Guiyang Evening News, ia mengaku melakukan lima operasi ketika seorang pasien dilarikan ke rumah sakit sekitar pukul 18.00 sore pada 3 Januari lalu.

Kondisi lengan kanan pasien terkoyak akibat mesin pemotong daging dan hampir lepas. Meski lelah Luo memutuskan untuk tetap melakukan operasi darurat demi  pasien tadi. Mengaku lelah karena bekerja melewati batas normal, Luo tak bisa membiarkan korban menunggu. “Kalau tidak, pasien akan kehilangan lengannya." 

Luo.

Berupaya terjaga selama operasi yang ternyata berlangsung selama delapan itu, Luo membuktikan dedikasinya tak  sia-sia. Ia berhasil memimpin operasi yang menyambung kembali lengan korban. Tapi di akhir operasi, tubuhnya tak bisa lagi menahan lelah hingga akhirnya ia pun “tertidur” dalam posisi berdiri.

“Aku ingin menutup mata dan beristirahat tapi aku tidak boleh tertidur saat operasi berlangsung,” katanya. Foto sendiri diambil sekitar pukul 04.00 pagi keesokan harinya.

Luo mengatakan hari itu dirinya bekerja hampir 20 jam tanpa istirahat. Saat operasi itu dia pun harus memegangi lengan pasien karena pasien masih menjalani anestesi umum sehingga lengannya  tidak boleh mengenai  apa pun sampai gips di atasnya mengering. Luo juga harus menjaga sirkulasi darah di lengan pasien.

Sementara kepada situs berplatform video Pear Luo mengaku meskipun lelah dia bersedia melakukan operasi karena  merasa masih mampu  berkonsentrasi. Dia juga memastikan sebagai ahli bedah, penting baginya untuk menjaga tubuh agar tetap sehat dan pikiran selalu jernih. Luo menambahkan suatu kehormatan baginya  menjadi ahli bedah dan tak ada yang lebih membuatnya bahagia selain melihat pasien kembali pulih.

 

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR