181108231450-sadar.jpg

Ilustrasi.

Sadari dan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara

Ragam

Jumat, 9 November 2018 | 01:00 WIB

Wartawan: H. Dicky Aditya

KANKER payudara merupakan salah satu jenis kanker yang banyak diderita oleh wanita di Indonesia. Kanker payudara juga  merupakan jenis kanker dengan kasus terbanyak, serta penyebab kematian tertinggi di dunia. Selain itu, kanker ini juga paling banyak diderita oleh wanita.

Ahli bedah kanker payudara berbasis di Jakarta Dr Alfiah Amiruddin mengatakan, sebanyak 40 hingga 70 persen penderita kanker payudara datang pada stadium lanjut, sehingga kesulitan untuk diobati.

"Kanker payudara ada yang tidak disertai benjolan. Biasanya, mereka tahu kalau punya atau ada benjolan di payudara, tapi merasa tidak sakit. Itu karena 98 persen kanker payudara tak bergejala," kata Alfiah saat talkshow kesehatan di acara Peduli Palu, Donggala, dan Sigi & Parigi oleh Perempuan Peduli Keadilan (PPK) di FX Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu 7 November 2018.

Oleh sebab itu, dia menekankan pentingnya deteksi dini kanker payudara untuk menghindari penanganan kanker di stadium lanjut sehingga lebih mudah diobati.

"Ini menjadi tantangan semua orang, terutama perempuan Indonesia untuk saling mengingatkan bahwa kanker payudara bisa diobati," kata dia.

Salah satu cara deteksi dini bagi para perempuan-perempuan muda adalah melakukan periksa payudara sendiri (SADARI) secara rutin dan teratur. Namun untuk perempuan di atas 40 tahun, sudah memerlukan pemeriksaan screening atau pemeriksaan mammografi.

"Ketika sudah mendapatkan menstruasi, disarankan untuk diajarkan periksa payudara sendiri (SADARI) setiap bulan. USG di rumah sakit belum diharuskan. Namun, pemeriksaan mammografi ini bisa mendeteksi even yang kecil-kecil seperti pasir. Itu akan sangat tajam melihat apa yang ada di payudara," katanya.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR