Bikin Kaget, Bayi Ini Menangis Usai 8 Jam Dikubur

liputan6.com

Ilustrasi

Bikin Kaget, Bayi Ini Menangis Usai 8 Jam Dikubur

Ragam

Rabu, 13 Juni 2018 | 04:14 WIB

Wartawan: Endan Suhendra

SEORANG bayi perempuan yang baru saja dilahirkan di Brasil berhasil selamat dari maut setelah delapan jam dikubur hidup-hidup oleh neneknya sendiri.

Dikutip dari laman Daily Mail, Jumat (8/6/2018), insiden yang terjadi di Canarana, Brasil tersebut sontak jadi pemberitaan karena banyak yang menganggap bahwa kejadian ini adalah sebuah mukjizat.

Baca Juga: Lagi, Seorang Bayi Lahir Saat Mudik

Dalam sebuah video yang beredar, terlihat dua polisi berlutut dekat lubang tempat bayi itu dikuburkan. Berbekal lampu senter mereka menggali liang kubur dan menemukannya.

Hal yang membuat dua polisi itu kaget adalah saat mencoba mengangkat bayi, tiba-tiba ia menangis. Dengan hati-hati mereka mengeluarkan dan membersihkannya dari tanah.

"Bayinya masih hidup, segera panggil ambulans," ujar seorang polisi.

"Sepertiya ada tulangnya yang patah," jelas seorang warga yang turut menyaksikan proses penyelamatan.

Selama perjalanan ke rumah sakit, bayi tersebut mendapat pertolongan pertama dengan diberi napas buatan. Lewat cara ini pula petugas ambulans membersihkan saluran pernapasan bayi.

Baca Juga: Bayi dalam Kardus Ungkap Hubungan Gelap Sales Cantik dan Pria Beristri

Setelah tiba di rumah sakit, tim dokter mengatakan bahwa kondisi bayi cukup baik dan tidak mengalami hal yang serius.

Saat si bayi dinyatakan selamat, polisi langsung menemui pihak keluarga untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya. Bayi perempuan tersebut ternyata lahir pada Selasa, 5 Juni lalu.

Ibunya adalah seorang remaja yang masih berusia 15 tahun. Kala itu, ia sedang mengalami kontraksi di kamar mandi. Tiba-tiba bayi itu lahir dan jatuh ke lantai. Sang nenek yang mengetahui kejadian ini langsung menyimpulkan bayi itu sudah meninggal, sehingga ia mengubur si bayi ke belakang rumah.

Sumber: liputan6.com

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR