180610125952-langsung-dipecat-suster-lupa-mematikan-hair-dryer-bayi-merah-ini-terpaksa-diamputasi.jpg

dailymail

Di-hairdryer Empat Jam Nonstop Bayi Merah Ini Terpaksa Diamputasi

Ragam

Minggu, 10 Juni 2018 | 12:59 WIB

Wartawan: Mia Fahrani

Seorang bayi berusia empat hari terpaksa kehilangan kaki kiri gara-gara keteledoran suster. Sang suster lupa mematikan hairdryer (pengering rambut) yang disimpannya di samping bayi merah tadi. Dikutip dari DailyMail beberapa waktu lalu, insiden yang terjadi di Xincai Maternity and Child Health Care Hospital, Zhumadian, Cina itu memicu kemarahan warga.  

Akibat uap panas dari pengering rambut selama empat jam nonstop, kaki bayi laki-laki malang itu mengalami luka bakar parah. Saking parah dokter sampai harus mengamputasi kaki kiri si bayi untuk menyelamatkan nyawanya.

OMG.

Suster mengeringkan bayi yang baru dimandikan dengan hairdryer.

Mengerjakan yang lain dan tak sadar belum mematikan pengering.

Laporan Henan Metropolitan News Channel, dari postingan CCTV terlihat seorang suster  yang bertugas di ruang perawatan intensif khusus bayi itu menggunakan pengering rambut di salah satu boks. Selesai menggunakannya, ia menyimpannya di boks yang sama karena harus mengerjakan yang lainnya.

Namun rupanya ia lupa mematikannya terlebih dulu. Ini diketahui saat dokter tiba untuk melakukan pemeriksaan rutin empat jam kemudian. Akibat kelalaian ini dua orang suster yang terlibat langsung dipecat dan pihak manajemen rumah sakit pun merilis pernyataan maaf resmi.  

Staf lain sama-sama tak menyadari apa yang terjadi.

Pihak keluarga harus menerima kenyataan.

Keterangan nenek korban, cucunya lahir prematur saat usia kandungan putrinya baru 36 minggu  dan harus dirawat dalam inkubator selama satu minggu. Pengering rambut sendiri digunakan suster untuk mengeringkan tubuh korban dan dua bayi lainnya yang baru dimandikan. Selain pelaku, staf yang sama-sama bertugas juga tidak menyadarinya.

Korban selanjutnya dibawa ke Zhumadian 159 Hospital dan dokter menyebut luka bakarnya terlalu parah hingga harus diakhiri dengan amputasi. Selain bayi dengan nama keluarga Yan tersebut dua bayi lainnya menderita luka bakar  ringan. Sementara itu nenek korban menyesalkan insiden yang menimpa cucunya.

Orangtua korban tetap khawatir.

Meski keluarga menerima kompensasi dari pihak rumah sakit sebesar 610,000 yuan (Rp1,3 miliar), ia tetap mengkhawatirkan masa depan sang cucu. “Baru empat hari cucuku sudaah cacat, seperti apa masa depannya nanti,” ujarnya. Hingga kini keluarga masih mendiskusikan kelanjutan kasus ini dengan perwakilan rumah sakit.

Editor: Mia Fahrani



Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR