Jangan Bermain Smartphone di dua tempat ini, Nyawa Anda Bisa Melayang

ilustrasi/net

Jangan Bermain Smartphone di dua tempat ini, Nyawa Anda Bisa Melayang

Ragam

Senin, 20 Maret 2017 | 23:36 WIB

Wartawan: Deni Kusmawan

RICHARD Bull, pria asal Inggris ditemukan tewas pada saat menggunakan iPhone yang tersambung dengan listrik di kamar mandi. Kejadian ini merupakan sepengal kisah memilukan pengguna smartphone yang salah tempat. Kamar mandi adalah tempat yang sangat rentan terjadi kecelakaan jika kita menggunakan benda elektronik. Karena aliran listrik yang terciprat air bisa berakibat fatal.

Smartphone adalah barang elektronik yang sebenarnya tidak ramah pada saat kita bawa ke tempat yang berhubungan dengan air. Meskipun smartphone tersebut tidak tersambung ke aliran listrik. Namun baterai di dalamnya mempunyai daya listrik untuk mengaktifkan benda ajaib tersebut.

Selain itu, kasur juga menjadi tempat yang nyaman buat pengguna smartphone. Namun di tempat yang nyaman satu ini juga bahaya mengancam nyawa anda. Jadi bermain smartphone di kamar mandi dan di kasur sama dengan bunuh diri.

Berikut ini adalah alasan kuat harus menghindari dua tempat ini.

1. Kamar mandi adalah tempanya air. Sedangkan air adalah benda cair yang mudah menghantarkan listrik. Smartphone yang tersambung ke aliran listrik akan dengan mudah terkoneksi dengan percikan air walaupun sedikit. Belum ditambah dengan lantai yang pasti basah oleh air. Pasti kita akan terkepun oleh sengatan listrik.

2. Smartphone yang memiliki bagian dari bahan aluminium dengan mudah akan membuat orang tersengat listrik.

3. Jangan salah, kasur juga merupakan bahan yang mudah menghantarkan listrik. Jadi bermain smartphone di atas kasur yang tersambung ke aliran listrik memiliki potensi meledak dan terbakar. Smartphone dengan bodi aluminium akan menghantarkan panas ke bagian kasur dan bisa mengakibatkan terbakar.

Demi keselamatan nyawa anda, bijak lah menggunakan smartphone. Kita masih bisa menggunakan smartphone di tempat dan situasi yang aman bagi keselamatan jiwa kita.

Editor: Deni Kusmawan

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR