Saksikan saat Bulan Meredup dan Komet Melintas pada Sabtu Dini Hari

Saksikan saat Bulan Meredup dan Komet Melintas pada Sabtu Dini Hari

Ragam

Sabtu, 18 Februari 2017 | 00:20 WIB

Wartawan: H. Dicky Aditya

DUA fenomena langit menarik akan terjadi menjelang fajar pada Sabtu (11/2/2017). Keduanya bisa disaksikan bila cuaca mendukung.

Fenomena pertama adalah gerhana bulan penumbra. Ini adalah saat matahari, bumi, dan bulan terletak segaris tetapi bulan berada di bayang-bayang penumbra bumi.

Meski bisa disaksikan dengan mata telanjang, gerhana ini sulit disadari. Bulan takkan berwarna merah darah saat gerhana penumbra tetapi hanya akan sedikit meredup.

Menurut situs astronomi Langitselatan, warga Indonesia barat bisa menyaksikan tahap awal hingga menjelang puncak gerhana ini. Itu akan terjadi mulai pukul 5.34 WIB.

Fenomena lain yang juga bisa disaksikan adalah lewatnya komet 45P/Honda–Mrkos–Pajdušáková. Komet itu harus disaksikan dengan binokuler atau teleskop sebab penampakannya redup.

Astronom amatir Ma'rufin Sudibyo beberapa waktu lalu mengatakan, komet itu sudah tampak sejak Desember 2016. Namun, saat terbaik untuk menyaksikannya adalah bulan Februari 2017.

"Pertama, kedudukannya cukup tinggi dari cakrawala timur. Kedua, saat itu kometnya cukup dekat dengan Bumi," ungkapnya.

Bagi yang tinggal di Jawa, cuaca menjelang fajar cenderung lebih cerah.

Menurut Ma'rufin, komet tersebut bisa disaksikan menjelang fajar, sekitar pukul 04.00 WIB. Namun, situs Langitselatan menyatakan, komet sebenarnya sudah terbit sejak pukul 01.30 WIB dengan magnitudo 7,96.

Pencarian lokasi pengamatan penting jika ingin berburu komet. Tempat yang lapang dan minim polusi cahaya adalah pilihan utama. Semakin gelap, semakin besar pula peluang melihat komet.

17 Fenomena 2017
Banyak fenomena terjadi pada 2017. Selain gerhana penumbra dan komet, akan ada pula hujan meteor serta venus yang berkencan dengan Jupiter.

Sejumlah fenomena sebenarnya rutin terjadi setiap tahun tetapi tetap punya arti. Bahkan, mungkin banyak dari Anda yang tak mengetahuinya.
Sebagai contoh, akan ada hari tanpa bayangan matahari.

Itu terjadi saat matahari benar-benar berada di atas kota tempat tinggal kita.
Ada pula fenomena matahari di atas kiblat yang menjadi waktu tepat bagi muslim untuk menyesuaikan kiblat serta ekuinoks pada saat senja.

Kapan fenomena-fenomena terseut terjadi? Bagaimana mengamati dan merayakannya? Simak penjelasannya dalam Visual Interaktif Kompas (VIK) yang bisa diakses lewat tautan ini.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR