181011152551-ketua.jpg

Ketua KONI Jabar Porda XIII 2018 Harus Jadi Milik Atlet

PORDA XIII

Kamis, 11 Oktober 2018 | 15:24 WIB

Wartawan: Ferdy Soegito Putra

KOMITE Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jawa Barat menginstruksikan agara Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII Jawa Barat tahun 2018 harus menjadi milik atlet, cabang olahraga (cabor) dan KONI daerah.

"Dari awal saya sudah memberitahu baik kepada KONI daerah dan cabang olahraga (cabor) bahwa perhelatan ini milik mereka dan milik para atlet," kata Ketua Umum KONI Jawa Barat, Ahmad Saefudin saat melaksanakan pertemuan bersama seluruh Pengprov dan KONI Daerah di hari ke-4 pelaksanaan Porda XIII/2018 di Hotel Llorin, Sentul, Kabupaten Bogor, Rabu (11/10/2018) malam.

Menanggapi permasalahan yang terjadi di beberapa cabang olahraga (cabor) menurutnya hal itu merupakan dinamika yang perlu ia perbaiki di kemudian hari. "KONI ada sebagai perancang bangun, kalau toh di Porda kali ini terjadi beberapa permasalahan kita anggap itu merupakan dinamika yang harus kita perbaiki kedepan, maka dari itu sekarang saya kumpulkan semua,"jelasnya.

Memiliki kemampuan untuk menentukan kebijakan, ia mengaku akan hadir jika cabor yang mengalami masalah sudah kesulitan untuk melanjutkan pertandingan. " kita pemilik otoritas untuk memperbaiki dan menempatkan solusi jadi kehadiran KONi itu adalah yang terakhir manakala cabang olahraga sudah kesulitan untuk menyelenggarakan sebuah kegiatan olahraga (event)," jelasnya.

Sama seperti di beberapa cabang olahraga misalnya seperti senam, menurutnya ia akan berupaya untuk menghasilkan atlet. Dimana Porda XIII merupakan miniatur bagi Jawa Barat untuk menghadapi PON XX/2020 di Papua.

"Senam ada dinamika, tapi solusinya tetap akan dilakukan, misalnya dengan menggelar kejurda yang langsung dilaksanakan KONI Jabar. Karena kita pasti membutuhkan atlet potensi untuk Jawa Barat nanti, analoginya seperti itu," katanya.

Namun ia berharap, jikaterjadi permasalahan didalam pelaksanaan Porda, semua daerah bisa saling menyatukan pikiran untuk menghadirkan sebuah solusi yang tepat.

"Masalah akan menjadi bagian dari silaturahmi, dari perbedaan kita akan bersama-sama untuk saling memahi, persaingan dalam pertandingan itu sudah biasa asal jangan saling melukai satu sama lain," pungkasnya.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR