181004163406-12-ke.jpg

Ziyan

12 Kelompok Tani di Kab. Bandung Dapat Bantuan Motor Roda Tiga

Pojok Sabilulungan

Kamis, 4 Oktober 2018 | 16:29 WIB

Wartawan: Ziyan

SEBANYAK 12 kelompok tani di Kabupaten Bandung menerima bantuan motor roda tiga dari Pemerintah Pusat dalam program kegiatan unit pengolahan pupuk organik di Kabupaten Bandung.

Kepala Bidang Tanaman Pangan di Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Ina Dewi Kania mengatakan, selain bantuan 12 motor roda tiga, belasan kelompok tani ini juga masing-masing menerima hewan ternak 10 ekor sapi.

"Selain itu juga mereka mendapat bantuan pembuatan kandang komunal, rumah Unit Pengelolaan Pupuk Organik (UPPO) dan bak permentasi," ujar Ina saat ditemui di Kantor Distan Kabupaten Bandung, Soreang, Kamis (4/10/2018).

Ina menyampaikan, pengadaan motor roda tiga dan peralatan rumah UPPO merupakan pengadaan dari Provinsi Jabar. Sedangkan pengadaan hewan ternak 10 ekor sapi, kandang komunal dan bak permentasi disampaikan dalam bentuk dana, yang ditransferkan ke setiap rekening kelompok tani oleh Dinas Pertanian, masing-masing Rp 150 juta.

"Kelompok penerima manfaat UPPO ini, sebagian besar berada di Kecamatan Pacet sebanyak 7 kelompok tani. Dan sisanya terdapat di Kecamatan Pasirjambu, Arjasari, Cangkuang dan Rancaekek," katanya.

Kelompok tani sebagai penerima manfaat ini, diakui Ina, masih terbatas di setiap kecamatan dan belum merata di 31 Kecamatan di Kabupaten Bandung. Beberapa syarat kelompok tani penerima manfaat ini, harus tergabung ke dalam kelompok tani yang memiliki potensi.

"Mereka juga harus membuat usulan proposal. Kami bisa masukan ke usualan musrembang atau misalnya usulan dinas. Nanti kami bisa usulkan melalui e-proposal ke Kementrian Pertanian, kalau ada programnya bisa jadi prioritas," terangnya.

Pihaknya berharap setiap kelompok tani yang mengikuti program ini, bisa menghasilkan pupuk organik sendiri. Karena penggunaan pupuk anorganik yang dilakukan terus menerus, bisa merusak struktur tanah dan bisa menurunkan produksi hasil pertanian.

"Di samping bisa memanfaatkan limbah yang dihasilkan dari hewan ternak. Mereka juga bisa memanfaatkan limbah itu sebagai pupuk organik. Misalnya mereka punya potensi lebih banyak lagi itu bisa menjadi nilai tambah. Yang penting memlnjaga struktur tanah dan ramah lingkungan," pungkasnya.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR