180912165823-musim.jpg

Istimewa

Musim Kemarau, Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Kembangan Budidaya Padi Gogo

Pojok Sabilulungan

Rabu, 12 September 2018 | 16:58 WIB

Wartawan: Engkos Kosasih

DINAS Pertanian Kabupaten Bandung dan kelompok tani melaksanakan pengembangan tambah luas lahan pertanian padi di lahan kering yang lebih dikenal dengan padi gogo di Desa Mandalawangi, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Rabu (12/9/2018).

Pengembangan tambah luas tanam padi gogo itu pada lahan seluas 50 hektare dari target luas lahan 400 hektare yang direncanakan Dinas Pertanian pada September 2018 ini. Pengembangan tambah luas tanam pertanian padi gogo itu untuk meningkatkan stok produksi pangan, khususnya produksi beras.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ir. H. A. Tisna Umaran, M.P., melalui Kabid Tanaman Pangan Ir. Ina Dewi Kania, M.P., mengatakan, meski memasuki musim kemarau, pengembangan tambah luas lahan tanaman padi gogo tidak ada kendala berarti, khususnya di lokasi yang masih ada potensi sumber mata air.

"Yang penting ada sumber air yang bisa digunakan untuk mengairi lahan pertanian padi gogo tersebut. Kebetulan di lokasi lahan pertanian padi gogo di Desa Mandalawangi itu masih ada sumber mata air yang bisa digunakan untuk mengairi lahan pertanian tersebut," kata Ina kepada galamedianews.com di Nagreg.

Menurut Ina, untuk mendorong peningkatan produksi pertanian padi gogo tersebut, pemerintah berusaha untuk mendorong penerapan teknologi pertanian.

"Ini dalam upaya pencapaian luas tambah tanam dan produksi pertanian," kata Ina.

Disamping itu, kata Ina, dalam upaya menjaga posisi stok beras nasional guna kebutuhan masyarakat. Untuk itu, pemerintah berupaya untuk tambah luas tanam lahan pertanian. Di antaranya melakukan penanaman padi gogo yang bisa ditanam saat musim kemarau.

"Penanaman tanaman padi gogo ini untuk menggenjot produksi pangan yang berasal dari tanaman padi gogo tersebut," kata Ina.

Lebih lanjut Ina mengatakan, saat ini pada lahan seluas 50 hektare di lahan carik Desa Mandalawangi tersebut sedang dilakukan penanaman padi gogo. Pengolahan lahan tersebut dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan kelompok tani. Terkait dengan pengolahan lahan tersebut, pihaknya berusaha untuk mobilisasi mesin pompa air untuk dilaksanakan pipanisasi ke lokasi tanaman padi gogo tersebut.

"Lahan kering, kemudian ada potensi sumber mata air bisa ditanami pagi gogo," katanya.

Ina mengatakan, di kawasan lahan pertanian padi gogo tersebut, selain sudah siap tanam, juga sedang dalam proses pengolahan lahan.

"Target pencapaian produksi padi selain pada lahan sawah, kita juga upayakan stok beras tambahan dari tanaman padi gogo yang ditanam pada musim kering. Dengan harapan pada akhir Desember 2018 ini masih bisa melaksanakan panen," harapnya.

Untuk itu, ia mengatakan, menggenjot tanaman padi gogo saat ini, pada akhir Desember 2018 diharapkan masih bisa panen. Menurutnya, panen pada bulan Desember 2018, masuk pada hitungan produksi padi tahun ini.

Selain memberikan bantuan alat mesin pertanian, imbuhnya, pemerintah berupaya menyiapkan alat mesin pertanian jika diperlukan oleh para petani. Baik itu alat mesin pertanian traktor roda empat maupun cultivator atau peralatan pertanian lainnya. Hal itu untuk mendorong perluasan tanam pertanian padi gogo.

"Selain menambah luas tanam padi gogo di Nagreg, kita juga sedang berupaya menambah luas lahan tanam serupa di Pacet dan kecamatan lainnya," jelasnya.

Ia memastikan masih ada lahan pertanian pada lahan kering yang bisa ditanami padi gogo di kecamatan lainnya. Karena itu, pihaknya berusaha untuk mengumpulkan sejumlah koordinator lapangan untuk menginventarisir potensi tanaman padi gogo yang bisa dioptimalkan dengan adanya sumber mata air.

"Pada Septembwr 2018 ini, kita mentargetkan tanam seluas 400 hektare tanaman padi gogo di Kabupaten Bandung. Target tanaman padi gogo itu tersebar di 14 kecamatan di Kabupaten Bandung. Kita juga akan terus menginvetarisir mana saja yang memungkinkan untuk ditanami padi gogo," katanya.

Ina menilai potensi tanaman padi gogo cukup luas dan  diharapkan dapat mendukung produksi di Kabupaten  Bandung.

Ia mengatakan, satu hektare lahan tanaman padi gogo bisa menghasilkan sebanyak antara 4-5 ton, tetapi rata-rata 4 ton. "Biasanya hudidaya tanaman padi gogo pada saat turun hujan. Tetapi saat ini dibudidayakan pada musim kemarau. Artinya, diculik atau ditanam duluan. Disaat musim hujan, bisa dilaksanakan serentak. Tetapi tetap harus ada potensi sumber air," pungkasnya.

Editor: H. Dicky Aditya



Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR