180605192702-bupati-bandung-tidak-ada-alasan-terjadi-kenaikan-harga.jpg

ist

Bupati Bandung: Tidak Ada Alasan Terjadi Kenaikan Harga

Pojok Sabilulungan

Selasa, 5 Juni 2018 | 19:27 WIB

Wartawan: Dadang Setiawan

PEMERINTAH Pusat dipimpin Kapolri menggelar teleconference bersama beberapa menteri dan seluruh Kepala daerah di Indonesia. Teleconference tersebut disampaikan Kapolri membahas persiapan Idul Fitri 1439 Hijriyah dengan menyoroti 4 bidang, yakni stabilitas harga pangan, kesiapan pengamana arus mudik dan balik, antisipasi adanya aksi teror  konflik intoleransi serta upaya kesiagaan bencana alam.

Di Kabupaten Bandung, hadir Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), beberapa Kepala Perangkat Daerah (PD), seperti dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Pertanian, Dinas Pangan, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan,  Dinas PUPR, Badan Kesbangpol, Satuan Polisi Pamong Praja dan Jasa Marga.  Ke 4 bidang tersebut dibahas secara rinci oleh masing-masing kementrian, dan selanjutnya secara teknis diserahkan kepada Kepala Daerah masing-masing usai teleconference di  Ruang Komunikasi Mabes Polres Bandung, Selasa (5/6/2018).

Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, SH,S.Ip.,M.Ip mengungkapkan, beberapa hal yang menjadi sorotan penting mengenai kesiapan pemerintah jelang Idul fitri yakni mengenai stabilitas harga pangan. Menurut Bupati sesuai dengan arahan Menteri Pertanian dalam teleconferencenya, kondisi pangan di Indonesia, sangat mencukupi untuk 2 bulan ke depan. Tak terkecuali di Kabupaten Bandung katanya, stok pangan sangat stabil dan sangat memadai jelang Idul Fitri nanti.

“Tidak ada alasan untuk terjadinya kenaikan harga pangan di Kabupaten Bandung. Apalagi sebagai daerah penghasil pertanian, tentunya kita bisa mengawal stabilitas harga di pasaran. Yang menjadi kendala kenaikan harga ada di pendistribusian dan penimbunan stok pangan di gudang para pengusaha, sehingga pedagang nakal bisa seenaknya mengendalikan harga. Mudah-mudahan hadirnya satgas pangan dari unsur Pemkab dan Kepolisian bisa ikut memonitor dan mengawasi permainan harga pangan oleh pedagang,” katanya.

Selain itu  Bupati berharap juga ada pengawasan jalur distibusi oleh Satgas pangan, sehingga capaian keberhasilan untuk antisipasi melonjaknya kenaikan harga pangan pada Idul Fitri tahun lalu bisa lebih baik lagi.

“H-7 kecenderungan harga Kepokmas (Kebutuhan Pokok Masyarakat) akan meningkat, yakni sekitar tanggal 9 Juni. Namun masyarakat tidak usah khawatir karena beberapa antisipasi untuk melonjaknya harga kepokmas sudah dikendalikan, contohnya untuk  beras dipasaran,  agar pedagang menjualnya dengan harga yang terkontrol,” imbuh Dadang didampingi Kapolres Bandung, Indra Hermawan.

Hal selanjutnya yang dibahas bersama Forkopimda adalah mengenai persiapan  arus mudik dan arus balik. Seluruh jajaran yang terlibat diminta untuk memaksimalkan pelayanan untuk para pemudik.

Dalam teleconference, lanjutnya, Kapolri menyampaikan akan memberikan prioritas pada  titik jalur yang dilalui pemudik, meminimalisir kecelakaaan, kriminalitas di jalan, zero traffic di jalan tol, dan kesiapsiagaan moda transportasi umum, tenaga medis dan petugas kebencanaan.

“Seperti hasil teleconference yang disampaikan Kapolri, semua persiapan yang dilakukan untuk  arus mudik dan balik lebaran tahun ini diharapkan lebih sinergis karena sarana dan infrastruktur yang ada lebih baik dari tahun lalu. Selain sudah terkoneksi jalur tol baru, beberapa penambahan sarana dan prasarana distribusi BBM (Bahan bakar Minyak) , seperti mobile dispenser, motor kemasan dan kios –kios pertamax, baik di tol maupun di jalur umum. Kemudian selain persiapan BBM,  ketersediaan gas elpiji di pasaran juga  diantisipasi,” ujarnya.

Selanjutnya, permasalahan lain yang menjadi sorotan bersama adalah antisipasi terror dan konflik intoleransi beragama. Beberapa waktu lalu kata Bupati,  Indonesia dikejutkan dengan kejadian bom di beberapa wilayah, namun secara tegas dirinya menyatakan sikap mengecam aksi terror yang tidak bertanggungjawab hingga meresahkan keamanan bangsa.

“Rasa toleransi beragama sepatutnya kita gaungkan untuk membela tanah air, bukan  untuk menghancurkan. Untuk itu mari bersama sama saling menjaga kerukunan antar umat beragama, jalin persatuan bangsa semakin erat,” ajaknya.

Terakhir, antisipasi juga dilakukan untuk kesiapsiagaan bencana alam. Bupati mengatakan, Kabupaten  Bandung sebagai daerah yang rawan bencana tentu saja harus memiliki rencana kontijensi (Renkon) dalam penanganannya, namun Bupati berharap semoga tidak terjadi bencana alam di wilayah yang dipimpinnya, sehingga Renkon hanya jadi dokumen saja.

“Kita tetap siapkan posko siaga penanggulangan bencana  BPBD dibantu dengan stakeholder lainya,  seperti Dinas Kesehatan dan beberapa puskesman, PMI, Satpol PP juga Dinas Damkar,” tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, teleconference juga diikuti Kapolda Jabar, Forkopimda Kabupaten Sumedang, Indramayu, dan Garut dan beberapa OPD di masing-masing daerah.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR