180605191611-catat-ini-lokasi-dan-waktu-operasi-pasar-murah-di-kab-bandung.jpg

ist

Catat, Ini Lokasi dan Waktu Operasi Pasar Murah di Kab. Bandung

Pojok Sabilulungan

Selasa, 5 Juni 2018 | 19:16 WIB

Wartawan: Dadang Setiawan

DINAS Industri dan Perdagangan Jabar, Dinas Perdagangan dan Industri (Disperin) Kabupaten Bandung dan Bulog menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) di 4 Kecamatan, yaitu Paseh (4/6/2018), Ibun (5/6/2018), Nagreg (6/6/2018) dan Cilengkrang (8/6/2018).

Kepala Disperin Kabupaten Bandung, Dra Popi Hopipah, M.Si mengatakan, OPM pada Ramadhan tahun ini menyediakan sebanyak 13.000 paket bersubsidi, yang mana tiap paketnya terdiri dari 5 kg beras, 3 liter minyak goreng dan 3 kg gula pasir.

“Kita hanya mengambil tiga macam kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas), sedangkan untuk daging sapi dan telur resikonya terlalu besar sehingga tidak kami sediakan. 13.000 paket tersebut dibagi ke empat kecamatan dalam jumlah paket yang tidak sama, karena berdasar pada data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Dinas Sosial,” terangnya.

Popi menjelaskan, kepok bersubsidi tersebut dipatok dengan harga jauh di bawah harga pasar. “Harga beras Rp 6.500/5 kg, minyak goreng Rp 7.000/3 liter dan gula pasir Rp 6.000/3 kg. Sedangkan untuk harga per paket Rp 66.000 dari harga normal Rp 137.500. Ini artinya KPM menerima subsidi sebesar Rp 71.500 untuk setiap paketnya,” urai Popi.

Agar OPM tersebut tepat sasaran dan cepat tersampaikan kepada para KPM, 13.000 paket itu langsung didistribusikan ke tiap desa di 4 kecamatan tadi. “Masing-masing kepala desa sudah kami informasikan, sedangkan untuk Kecamatan Paseh sekitar 4.000 paket, kemarin sudah disampaikan langsung kepada warga yang datang. Karena kemarin Bupati hadir langsung untuk launching kegiatan OPM ini,” tambahnya.

Sementara itu ditemui usai mengikuti Teleconference persiapan Idul Fitri di Conference Center Polres Bandung, Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, S.H, S.Ip, M.Ip mengatakan, OPM yang dilaunchingnya pada Senin (4/6/2018) kemarin di GOR LA Desa merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat.

“Setiap tahun di bulan Ramadhan Pemkab Bandung selalu mengadakan OPM, ini sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap masyarakat. Terutama untuk ekonomi menengah ke bawah,” ucap Dadang.

Bulan Ramadhan seharusnya konsumsi masyarakat berkurang karena jatah waktu makan pun berkurang. “Memasuki bulan puasa seharusnya harga semakin murah, jatah makan sedikit otomatis konsumsi dan belanja seharusnya berkurang. Tapi nyatanya daya beli malah meningkat, permintaan semakin banyak. Sepertinya warga memindahkan waktu makan saja, begitu adzan maghrib segala dimakan, ini bukan hal yang baik, Islam mengajarkan kita untuk mengendalikan hawa nafsu,” imbuhnya.

Naiknya harga berbagai kepokmas, seharusnya bisa disikapi dengan mengganti menu. “Kalau sudah tahu harga daging sapi, daging ayam itu mahal, Tong dibeulian! (Jangan dibeli!). ganti menu dengan mengkonsumsi ikan, gizinya tinggi dan harga pun lebih murah,” pungkasnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR