180417155151-tak-lupakan-sejarah--dadang-naser-sowan-ke-rumah-para-mantan-bupati.jpg

Bupati Bandung Dadang M Naser didampingi wakilnya Gun Gun Gunawan, Ketua DPRD, H. Anang Susanto berbincang dengan mantan Bupati RD. Lili Somantri di kediamannya di Jalan Progro, Kota Bandung, Senin (16/4/2018)

Tak Lupakan Sejarah, Dadang Naser Sowan ke rumah Para Mantan Bupati

Pojok Sabilulungan

Selasa, 17 April 2018 | 15:51 WIB

Wartawan: Rahmat Sudarmaji

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Bandung ke -377, serangkaian kegiatan dilakukan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung. Salah satunya sowan atau kunjungan ke kediaman Bupati Bandung terdahulu.

Selain menjadi agenda rutin, sowan ini menjadi simbol bahwa Kabupaten Bandung tidak melupakan sejarah pemimpinnya.

Bupati Bandung H. Dadang M Naser,SH,S.Ip.,M.Ip mengutarakan rasa terimakasih yang sebesar besarnya atas segala jasa dan pengabdian para pemimpin Kabupaten Bandung tersebut.

Dalam membangun Bandung dari masa ke masa, dirinya selalu mengingat pesan dan kritik pembangunan dari para pendahulunya.

“Sebagai pemimpin, kita tidak selalu memikirkan visi dan rencana pembangunan dari aspek teknis dan ideologis saja, namun perlu juga diingat bahwa para pemimpin pendahulu kita juga punya kebijakan strategisnya masing-masing dalam melakukan pembangunan,” ungkap Bupati usai melakukan kunjungan .

Mantan Bupati Bandung Kol. Inf (Purn) H. Sani L. Abdurrahman

Hal tersebut menjadi motivasi dan spirit tersendiri dalam membangun Bandung menjadi lebih elok, ujarnya. Selain menjalin silaturahmi, dalam agenda sowan ini pula para pejabat struktural berkesempatan mendengarkan pesan para Bupati terdahulu dalam menyikapi era pembangunan saat ini.

“Hari ini kita sowan ke Bupati terdahulu yakni ke kediaman Kol.Inf H. Sani L. Abdurrahman yang menjabat tahun 1980-1985 di Jl. Hegarmanah, Kemudian lanjut ke Jln. Progo Kota Bandung kediaman Letkol CAJ R. H. Lily Sumantri yang menjadi Bupati ke 18, kemudian kunjungan terakhir ke kediaman H. Obar Sobarna, S.Ip di Jln. Rajamantri dan mendapatkan beberapa pesan untuk menjawab tantangan pembangunan masa depan,” ujarnya.

Pesan yang tersirat dari agenda sowan saat itu lanjut Bupati, tantangan yang ada di Kabupaten Bandung semakin komplek. Sebagai daerah dengan jumlah penduduk terbesar ke dua setelah Bogor yaitu mencapai 3,6 juta jiwa dan kondisi geografis yang sangat luas, 31 Kecamatan di Kabupaten Bandung menurutnya memiliki potensi yang sangat besar dalam mendukung pembangunan.

“Tantangan ke depan akan semakin berat dalam memantapkan pembangunan di Kabupaten Bandung, namun pesan yang tersirat, para Bupati terdahulu itu memberikan semangat untuk terus berkiprah membangun Bandung tanpa letih dan pamrih,” ungkap Dadang Naser didampingi sang Istri H. Kurnia Agustina Dadang M. Naser.

 

Wakil Bupati Gun Gun Gunawan, Ketua DPRD H. Anang Susanto, dan Sekda Sofian Nataprawira menyaksikan mantan Bupati Bandung, H. Obar Sobarna yang tengah mencermati cendera mata di rumahnya Jln. Rajamantri Buahbatu, Kota Bandung. 

Obar Sobarna Terharu

Sementara itu, di lokasi sowan terakhir, H. Obar Sobarna, S.Ip mengungkapkan rasa haru atas progress pembangunan yang saat ini sudah dilakukan. Menurutnya, manifestasi pembangunan yang dilakukan sudah sangat berdampak pada kehidupan masyarakat Kabupaten Bandung yang berkelanjutan.

“Kita patut berbangga hati, semua maniefestasi pembangunan sudah sangat terasa manfaatnya bagi masyarakat. Namun untuk itu, para pemimpin jangan terlalu berpuas diri, karena tantangannya pun akan lebih berat. Semua akan ada konsekuensinya, tetapi dengan kerja sabilulungan bersama semua pihak, baik pemerintah dan masyarakat harus ikut menjadi solusi dan menjawab tantangan itu dengan dedikasi untuk membangun negeri,” pesan mantan Bupati ke 24 itu, seperti dirilis Bagian Kominfo Setda Kab. Bandung, Selasa (17/4/2018) .

Obar Sobarna menilai, kemajuan Pembangunan di Kabupaten Bandung saat ini sangat signifikan. Hadirnya tol Soroja dalam Kabupaten menjadi keistimewaan tersendiri. Selain itu pengembangan konsep bandung sarebu kampung tambahnya, harus didukung juga oleh masyarakat sebagai subjek pelaku.

“Khususnya untuk menjadikan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah sebagai daya saing Kabupaten Bandung. Jadi bukan saja peningkatan sektor ekonomi, tapi budaya lokal, potensi alam serta produk keunggulan dari olahan bidang holtikultura bisa turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” harapnya.

Editor: Rahmat Sudarmaji

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR