180706142629-terka.jpg

net

Terkait Mantan Napi Bisa Ikut Caleg, KPU Kota Bandung Tunggu Kebijakan KPU Pusat

Pilkada

Jumat, 6 Juli 2018 | 14:26 WIB

Wartawan: Rio Ryzki Batee

KETUA Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung, Rifqi Alimubarok mengngaku masih menunggu kebijakan KPU pusat, terkait adanya kabar yang menyebutkan bahwa mantan narapidana dibawah hukuman lima tahun boleh mencalonkan diri sebagai bakal calon legislatif.

"Terkait hal tersebut, maka kita hanya akan menyesuaikan saja keputusan dari pusat (KPU), karena masih perdebatan untuk kebijakan mantan Napi Koruptor. Tapi kami masih tetap mencantumkan nama-nama tersebut, tinggal nanti pada proses verifikasi administrasi saja yang akan diseleksi," terangnya saat ditemui dikantor KPU Kota Bandung, Jln. Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Jumat (6/7/2018).

Menurutnya, untuk persyaratan yang dibutuhkan tidak perbedaan seperti pencalonan kepala daerah, seperti jabatan terakhir, usia dan beragam dokumen lainnya. Dimana untuk waktu terkahir pendaftaran bagi bakal calon legislatig (bacaleg) pada 17 Juli mendatang.

"Kalau untuk ex mantan kasus korupsi hukuman dibawah lima tahun masih menunggu dari pusat. Tapi kalau mantan hukum korupsi yang lebih dari itu masa hukumannya, kemudian kasus narkoba dan pelecehan anak sudah pasti dilarang," tutunya.

Kendati demikian, diakuinya, sampai saat ini walau sudah memasuki jadwal pendaftaran bacaleg namun masyarakat yang mendaftar masih minim. Dimana kebanyakan yang datang baru melakukan koordinasi dan konsultasi terkait persyaratan.

Lebih jauh, Ia menuturkan, saat ini kondisi seluruh partai politik sedang mempersiapkan berkas administrasi para calon kadernya. Sehingga belum adanya informasi terkait kesiapan dan penyampaian berkas dari masing-masing parpol tersebut.

"Kemungkinan untuk penyampaian berkas pencalegan dari parpol baru akan dilakukan pada di tanggal 10 atau 11 bulan Juli ini. karena masih mempersiapkan sejumlah persyaratan yang diperlukan," ujarnya.

Selain itu, Ia juga mengatakan, terdapat 14 partai yang telah ditetapkan sebagai peserta pemilu. Sehingga partai diluar dari yang sudah ditetapkan tidak dapat mengikuti proses bacaleg.

"Sudah ada 14 partai yang ditetapkan untuk ikut sebagai peserta pemilu pada Pileg nanti," imbuhnya.


Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR