180613020724-dugaan-mon.jpg

dokumen galamedianews.com

Dugaan Money Politic Pilkada Garut Terjadi di Desa Sarimukti Kecamatan Pasirwangi

Pilkada

Senin, 11 Juni 2018 | 20:16 WIB

Wartawan: Robi Taufik Akbar

JELANG Lebaran Iedulfitri, dugaan money politic terjadi di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Salah seorang warga Kampung Nagrog, Desa Sarimukti, Kecamatan Pasirwangi, Uham (70), menerima amplop yang berisi uang Rp20 ribu serta stiker salah satu pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Garut.

Uham (70) sekitar sore hari, bertemu dengan warga yang bernama Alit, kemudian Alit memberikan sebanyak 11 amplop untuk di bagikan di Kampung Nagrog.

"Ya saya bertemu dengan Alit, lalu di beri amplop sebanyak 11 untuk di bagikan di Kampung," ujar Uham, Senin (11/6/2018).

Dikatakan Uham, saat menerima pemberian Alit, dirinya penasaran apa yang ada di dalam amplop tersebut. Setelah dibuka ternyata ada uang sebesar Rp20 ribu dan stiker salah satu pasangan calon.

"Saya buka ternyata ada stiker dan uang. Setelah itu saya langsung komunikasi dengan warga lain dan memutuskan untuk tidak di bagikan," ucapnya.

"Saya dengan warga lain akan sudah melaporkan pada Panwascam Kecamatan Pasirwangi terkait dugaan money politik. Soalnya, sudah masuk dalam tindak pidana Pilkada," katanya.

Sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Asep Burhan mengaku sudah menerima informasi adanya dugaan money politic yang dilakukan salah satu paslon peserta Pilkada Garut.

"Sudah menerima informasi, bahkan dugaan money politic sudah dilaporkan pada Panwascam. Sekarang tinggal Panwascam yang menindaklanjutinya," ujarnya.

Asep menuturkan, jika memang terbukti kuat dugaan money politic,  maka kasus ini sudah masuk dalam tindak pidana Pilkada. Sama halnya yang sudah terjadi di Kecamatan Karangpawitan.

"Sanksi jelas akan dijatuhkan terhadap pelaku yang memberikan amplop yang berisi uang tersebut," katanya.

Asep juga mengakui, jelang Hari Raya Iedulfitri, Money Politik akan lebih besar terjadi. Namun, peran serta masyarakat diposisi ini sangat di perlukan.

"Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk menekan tidak terjadinya money Politic," ucapnya.


Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR