180608202045-jelang-pencoblosan-yossi-aris-unggul-survei-indodata.jpg

Adi Permana

Direktur Eksekutif Indodata, Danis T Saputra, saat memaparkan hasil survei yang dilakukan pada Februari, April dan Mei 2018. Hasilnya, pasangan Yossi - Aris masih unggul.

Jelang Pencoblosan, Yossi-Aris Unggul Survei Indodata

Pilkada

Jumat, 8 Juni 2018 | 20:20 WIB

Wartawan: Adi Permana

PASANGAN calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung nomor urut 2 kembali mengungguli pasangan lainnya dalam survei yang dilakukan oleh Indodata. Berdasarkan survei yang telah dilakukan pada Februari, April, dan Maret, pasangan yang punya jargob Hebring ini selalu menempati posisi pertama.

Indodata mencatat, pada survei di bulan Februari 2018, hasilnya pasangan Yossi - Aris mendapatkan 35.2 persen suara, sementara Oded - Yana berada di posisi kedua dengan 33.9 persen, dan Nurul - Chairul di posisi ketiga 18.2 persen.

Selanjutnya, Indodata juga telah melakukan survei kembali pada April 2018. Hasilnya pasangan Oded - Yana mulai mendekati pasangan Yossi - Aris dengan selisih tipis. Pada survei kedua itu, Oded-Yana meraih 35.4 persen dan Yossi-Aris 37.7 persen. Sementara Nurul-Chairul masih di posisi ketiga dengan 19.7 persen.

Hasil mengejutkan justru terlihat pada survei ketiga yang dilakukan pada Mei 2018. Justru pasangan nomor 1 Nurul -Chairul mampu melejit dengan perolehan 27.8 persen. Sementara Oded -Yana turun menjadi 29.3 persen. Dan Yossi-Aris makin kokoh dengan 38.2 persen.

Menurut Direktur Eksekutif Indodata, Danis T Saputra, salah satu faktor perubahan yang cukup drastis dalam hasil survei tersebut karena ada permainan isu. Dalam hal ini katanya, Isu PKS sedang gencar terjadi terkait radikalisme, isu PKS yang tidak mengakomodir kearifan lokal, dan lemahnya kepuasan publik terhadap jawaban pada saat debat kandidat.

"Jadi peningkatan suara Nurul - Chairul itu bukan dari Yossi-Aries tapi dari Oded-Yana, yang beralih mendukung ke Nurul. Persepsi masyarakat bergoyang oleh berbagai isu yang menerpa PKS. Masyarakat Kota Bandung mereka tinjau ulang pilihannya sehingga terjadilah pola elektabilitas seperti ini," katanya dalam rilis hasil survei di Jalan Citarum, Kota Bandung, Jumat (8/6/2018) sore.

Sementara itu saat Oded-Yana melemah, pasangan Nuruli justru berpeluang menguat penggantikan posisi di urutan kedua hasil survei. Faktornya karena penokohan Ruli sebagai cucu Tjokroaminoto, pengaruh image Wali Kota Surabaya Risma sebagai pemimpin yang sukses, dan merangkul aktivis ramah lingkungan.

"Kalau pasangan Yossi - Aris berpeluang menguat menjadi antara 40 - 60 persen karena dipengaruhi dukungan Ridwan Kamil sebagai wali kota sebelumnya, juga karena incumben yang dianggap berpengalaman, dianggap memiliki program yang dilaksanakan dan merangkul semua kalangan," ucapnya.

Dengan demikian, kata Danis memprediksi pasangan Yossi Aris adalah pasangan yang berpeluang besar menjadi Wali Kota Bandung pada Pilwalkot 27 Juni nanti. Alasannya kepercayaan publik terhadap tokoh dari pemerintahan dan dukungan Ridwy Kamil menjadi daya dorong bagi elektabilitas pasangan Hebring.

Sementara posisi kedua diperebutkan oleh pasangan Nurul - Chairul dan pasangan Oded - Yana. Keadaan ini terjadi karena semakin baiknya pencitraan pasangan Nurul - Chairul di tengah masyarakat Kota Bandung, sedang pencitraan Oded - Yana makin melemah.

"Tapi pergerakannya akan tetap berbubah sampai 27 Juni nanti. Berdasarkan survei tersebut, bisa terlihat masyarakat sudah mulai move on menemukan pengganti yang layak dari Ridwan Kamil," katanya.



Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR