Kampanye Pilpres Tidak Berpengaruh Pada Pilgub Jabar

net

Ilustrasi Pilpres.

Kampanye Pilpres Tidak Berpengaruh Pada Pilgub Jabar

Pilkada

Rabu, 16 Mei 2018 | 18:14 WIB

Wartawan: Anthika Asmara

LEMBAGA survei Indonesia Strategic Institute (Instrat) menganggap kampaye pemilihan presiden yang dilakukan belakangan ini, tidak akan mempengaruhi hasil suara pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018.

Survei dikeluarkan Instrat merupakan bagian dari survei keempat dalam serial survei persepsi publik jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018 yang telah dilakukan Desember 2016, Desember 2017, Januari 2018, dan Mei 2018.

Analis Instrat, Henry Baskoro menyatakan, berdasarkan hasil survei, diperoleh kesimpulan bahwa terdapat kecenderungan tidak ada korelasi antara pemilih pada Pilgub Jabar 2018 dan pemilih Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

"Pernyataan dan tindakan unjuk kaos bertuliskan Ganti Presiden 2019 yang dilakukan paslon Asyik diprediksi tak akan mampu menaikkan secara signifikan perolehan elektabilitasnya," Kata Henry saat dihubungi Rabu (16/5/2018).

Aksi pasangan calon Gubernur Jawa Barat Sudrajat dan Ahmad Syikhu yang mengeluarkan kaos dengan tulisan #2018Asyikmenang #2019gantipresiden dalam debat publik jilid dua di Universitas Indonesia Depok adalah salah satu aksi untuk menarik simpati masyrakat yang dibawa kepada helaran pilres 2019 yang dari sekarang sudah ramai diperbincangkan.

Henry melanjutkan, mengacu pada hasil surveinya, jika pilpres digelar pada hari dimana survei dilaksanakan dan hanya diikuti dua pasangan calon presiden, yakni Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi), hasilnya pemilih Prabowo di Jabar masih lebih tinggi ketimbang pemilih Jokowi.

"Prabowo dipilih oleh 47,6 persen responden, sedangkan Jokowi 40,8 persen, dan 11,7 persen lainnya belum atau tidak menentukan pilihan," ujarnya.

Akan tetapi, menurut Henry, saat data pemilih Prabowo dan Jokowi ditabulasi silang dengan pilihan Gubernur Jabar 2018 mendatang, hasilnya 40,9 persen pemilih Prabowo memilih pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi, 31,7 persen memilih pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum, 11 persen memilih  pasangan Sudrajat-Syaikhu, dan hanya 2,5% yang memilih pasangan Tubagus Hasanudin-Anton Charliyan.

"Sementara 14 persen responden menyatakan belum atau tidak menentukan pilihan," ujarnya.

Selain itu saat pemilih Jokowi ditabulasi silang dengan pilihan Gubernur Jabar 2018, hasilnya 42,6 persen memilih Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi, 27,7 persen memilih Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum, 6,8 persen memilih Tubagus Hasanudin-Anton Charliyan, dan 4,2 persen memilih Sudrajat-Ahmad Syaikhu. Sedangkan 18,7 persen sisanya belum atau tidak menentukan pilihan.

"Sekalipun mayoritas pemilih Jabar  adalah pemilih Prabowo yang sebelumnya diusung oleh Partai  Gerindra dan PKS, namun prediknya memang takkan mampu menaikkan secara signifikan elektabilitas Asyik," tuturnya.

Survei yang dilakukan Instrat ini dilakukan antara 3-6 Mei 2018 melalui wawancara terstruktur face to face terhadap 1.800 responden berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah. Metodologi survei multistage random sampling di 422 desa/kelurahan dari 333 kecamatan di 27 kabupaten/kota di Jabar dengan margin of error sebesar  +-2,31%.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR