180515070903-pengamat--program-hasanah-untuk-solusi-citarum-sangat-realistis.jpg

Istimewa

Pengamat : Program Hasanah untuk Solusi Citarum Sangat Realistis

Pilkada

Selasa, 15 Mei 2018 | 07:09 WIB

Wartawan: Lucky M. Lukman

GURU Besar dan Pengamat Lingkungan Hidup Universitas Padjajaran (Unpad), Chay Asdak memuji program yang digulirkan TB Hasanuddin-Anton Charliyan terkait pengamanan lingkungan. Menurutnya, pasangan dengan jargon Hasanah itu memiliki program terukur dan realistis yang bisa menyelesaikan berbagai persoalan lingkungan di Jawa Barat khususnya persoalan Sungai Citarum.

Hal itu disampaikan Chay mengomentari Debat Kedua Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat, yang digelar KPU Jabar Senin (14/5/2018) malam. Chay memgutarakan, program Infrastruktur, Keamanan dan Lingkungan (Turkamling) Hasanah sangat sederhana namun bisa konkrit direalisasikan.

"Programnya konkrit untuk mengurangi banjir akibat kondisi hulu Citarum dan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh ratusan perusahaan yang beroperasi dibantaran Sungai Citarum," ujar Chay.

Menurut Chay, setidaknya ada tiga masalah yang menyebabkan banjir, erosi dan kekurangan air yakni alih fungsi lahan, degradasi hutan dan pertanian tidak konservatif. Alih fungsi lahan dari kawasan lindung menjadi kawasan budidaya (hotel/resort, pemukiman dam pertanian) sampai saat ini, ungkap Chay sudah mencapai 30% dari RTRW.  Sementara isu pencemaran  dari sekitar 3.236 pabrik texstil, 90% tidak memiliki Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL).

Salah satu yang  digaris bawahi oleh Chay adalah keinginan Cagub Kang Hasan yang akan memodifikasi tanaman yang berada di hulu Citarum untuk mengurangi Sedimentasi. "Untuk masyarakat petani di lahan miring harus mempertimbangan prinsip prinsip konservasi tanah dan air," ujarnya.

Petani, kata Chay, mesti diberikan pemahaman. Salah satunya yang menguntungkan dan penting bagi keberlangsungan sungai adalah dengan tanaman yang bisa menahan air, misalnya pohon kopi. "Dan agar masyarakat mau pemerintah harus memberikan insentif kepada mereka,” kata Chay.

Chay juga menyoroti rencana pasangan yang diusung oleh PDIP itu dengan membuat saluran-saluran mata air untuk menahan debit air. Namun dari sekian program yang ditawarkan Hasanah, yang membuat dirinya kepincut adalah jaminan untuk menegakkan hukum dalam menindak perusahaan perusahaan yang membuang limbah ke Sungai Citarum.

"Saya rasa yang kita tunggu itu kan  komitmen dan berani menegakkan hukum. Karena di sana, persoalan isu Citarum paling besar. Dengan latarbelakang Kang Hasan dan Kang Anton saya rasa beliau mampu,” jelas Chay.

Seperti diketahui, pasangan nomor urut 2, TB Hasanuddin-Anton Charliyan dalam debat publik mengungkapkan keyakinannya mampu menyelesaikan persoalan lingkungan khususnya Citarum jika diberi amanah memimpin Jawa Barat. Dalam persoalan Citarum, Kang Hasan mengklasifikasikan ke dalam tiga aspek, yakni masalah di hulu, tengah dan hilir.  

Di hulu pihaknya akan melibatkan masyarakat agar mau mengganti tanaman yang dianjurkan, yaitu tanaman yang mampu meresap air.  Pasangan Hasanah juga akan melakukan reboisasi trerhadap titik titik yang dianggap kritis. Sementara di bagian tengah, akan mengajak setiap masyarakat yang membuang sampah ke Citarum untuk mengelola sampah dengan baik.

"Juga melakukan penegakkan hukum terhadap kelompok kelompok yang membuang limbah industri,” tegas Kang Hasan usai debat.

Sementara di bagian hilir, Pasangan Hasanah ini memberikan jaminan nihil polusi dan debet air yang terjaga, khususnya di Danau Saguling, Cirata dan Jatiluhur.  “Saat ini di Di Sungai Citarum terdapat 20.000 Ton sampah dan 2.800 Ton Limbah industri masuk setiap harinya. Sementara program program yang digulirkan Pemerintah Daerah Gagal,” jelas Kang Hasan seperti dalam keterangan tertulisnyam

Purnawirawan Jenderal Angkatan Darat itu kemudian mencontohkan keterlibatan Pangdam Siliwangi dalam 3 bulan telah menunjukan hasil. "Artinya membutuhkan keberanian dan ketegasan dalam upaya menyelesaikan masalah Citarum,” tegasnya.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR