Hasil Rapat Pelno, Golkar Jabar Tolak Rekomendasi DPP ke Ridwan Kamil

Hasil Rapat Pelno, Golkar Jabar Tolak Rekomendasi DPP ke Ridwan Kamil

Pilkada

Jumat, 15 Desember 2017 | 19:47 WIB

Wartawan: Anthika Asmara

DPD I Partai Golkar Jawa Barat menolak keputusan DPP Partai yang mengusung Ridwan Kamil sebagai bakal calon Gubernur Jawa Barat 2018. Keputusan tersebut, dihasilkan dalam rapat pleno DPD Golkar Jawa Barat di sekretariat DPD Golkar Jawa Barat, Jumat (15/12/2017).

Pengajuan pencabutan rekomendasi terhadap wali Kota Bandung tersebut, disampaikan pascapenetapan Ketua Umum partai berlambang Pohon Beringin, Arilangga Sutanto beberapa waktu lalu.

Kemudian pengurus DPD Golkar Jawa Barat juga akan menyampaikan penolakan rekomendasi bakal calon Gubernur kepada Ridwan Kamil pada rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Senin (18/12/2017) mendatang.

"Kami bersama pengurus sudah sepakat untuk melakukan penolakan rekomendasi bakalacalon Gubenur Jabar. Surat penolakan sedang di buat dan Senin dalam rapimnas kami akan sampaikan suratnya," ujar sekretaris DPD Golkar Jabar, Ade Barkah.

Menurut Ade, pertimbangan yang menjadi penolakan rekomendasi itu adalah adanya penolakan dari kader daerah terhadap rekomendasi pasangan calon Gubernur Emil dan wakilnya Daniel Mutaqin. Sehingga pihaknya akan menyampaikan aspirasi dari kader tersebut untuk menyampaikan pimpinana di DPP.

Keputusan tersebut, lanjut Ade, diambil dengan pertimbangan yang matang dan sesuai mekanisme partai. Salah satu indikatornya adalah keputusan Rapimda di Karawang yang sudah memutuskan memilih Dedi Mulyadi.

"Pokoknya pleno tadi bersikap bahwa rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh DPP kami tolak, kami tolak, kami kembalikan. Kami meminta DPP untuk mengeluarkan rekomendasi sesuai dengan kader partai di daerah," ucapnya.

Selain adanya penolakan, pertimbangan lainnya adalah sikap dari kandidat yang diusung tidak memiliki itikad baik yaitu tidak berkomunikasi dengan DPD I Partai Golkar Jabar.

"Dari mulai pemberian rekomendasi dari DPP keduanya baik bakal calon Gubenur dan wakilnya tidak ada datang ke DPD untuk berkomunikasi," ujarnya.

Hampir seluruh pengurus yang ikut dalam pleno, menyetejui penolakan rekomendasi. Sehingga pihaknya segera mengambil langkah. Selain itu, peserta pleno menuntut agar tuntutan itu segera direalisasikan oleh DPP.

"Ada kemungkinan Emil ditinggalkan. Mungkin 91 persen, Emil ditinggalkan Golkar," tuturnya.

Editor: Andri Ridwan Fauzi

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR