Pilih Pemimpin Kab. Bandung Barat, Pakai Prinsip 5C

Dicky Mawardi

Pilih Pemimpin Kab. Bandung Barat, Pakai Prinsip 5C

Pilkada

Selasa, 12 Desember 2017 | 17:26 WIB

Wartawan: Dicky Mawardi

KETUA Lembaga Penelitian (Lemlit) Universitas Pasundan, Erni Rusyani Ernawan mengajak masyarakat Kabupaten Bandung Barat (KBB) berpikir cerdas dalam  memilih pemimpin. Bahkan prinsip bank dalam penyaluran kredit yakni 5 C dipandang cocok untuk memilih calon pemimpin dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bandung Barat yang akan dilaksanakan tahun 2018.

"Prinsip 5 C itu adalah akronim dari character, capacity, capital, condition, dan collateral. Perbankan menerapkan prinsip tersebut ketika akan memberikan kredit pada nasabah. Ini juga menjadi salah satu prinsip kehati-hatian bank saat akan menyalurkan kredit, hanya nasabah yang memenuhi 5 C yang dapat menerima kredit. Begitupun dalam memilih seorang calon pemimpin, tidak boleh salah dalam memilih. Kesalahan memilih, taruhannya masa depan KBB," kata Erni di sela-sela "Launching Tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat Tahun 2018" di Hotel Mason Pine Padalarang, Selasa (12/12/2017).

Ia menjelaskan, masyarakat harus mengetahui character atau kepribadian dari para calon pemimpinnya. Hal ini bisa dilihat dari latar belakang kehidupannya, kebiasaan hidup, pola hidup, dsb.

"Inti dari prinsip character ini ialah menilai calon pemimpin apakah bisa dipercaya dalam menjalankan roda pemerintahan atau tidak," jelasnya.

Ditambahkannya, prinsip capacity yaitu seorang pemimpin itu harus memiliki kapasitas atau kemampuan jika kelak terpilih menjadi kepala daerah. Jangan sampai setelah memegang tempuk pemerintahan ternyata tak memiliki kemampuan jadi seorang pemimpin.

"Prinsip capital atau modal juga yang harus dipertimbangkan oleh masyarakat ketika akan memilih seorang pemimpin. Tak bisa dipungkiri, untuk menjadi seorang pemimpin itu butuh modal. Kekayaan yang dimilikinya pun harus menjadi catatan masyarakat, jangan sampai bersumber dari sesuatu yang melanggar hukum," tambahnya.

Menurutnya, prinsip collateral dan condition juga perlu mendapat perhatian masyarakat. Jika prinsip 5 C dijadikan referensi dalam menentukan calon pemimpin tidak akan ada lagi istilah salah dalam memilih pemimpin.


Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR