Dedi Mulyadi Nyatakan Golkar Jabar Lebih Fokus pada Pilkada Kota dan Kabupaten

Dedi Mulyadi Nyatakan Golkar Jabar Lebih Fokus pada Pilkada Kota dan Kabupaten

Pilkada

Jumat, 21 April 2017 | 17:29 WIB

Wartawan: Rio Ryzki Batee

KETUA DPD Golkar, Dedi Mulyadi mengungkapkan dalam Pilkada serentak 2018, yang paling penting yakni memfokuskan pada pemilihan kepala daerah kota/kabupaten. Mengingat mereka merupakan ujung tombak pelayanan gubernur yang bersifat administratif dan langsung ke masyarakat.

"Maka saya menilai bahwa untuk kepala daerah lebih penting, kalau gubernur itu bonus. Fokus kami mengatur pemilihan bupati dan wali kota di 16 daerah, karena kebutuhan rakyat jabar adalah muncul pemimpin berkualitas," ungkapnya di Kawasan AH Nasution, Kota Bandung, Jumat (21/4/2017).

Menurutnya kondisi politik Jawa Barat sendiri cair dan berjalan baik dengan siapapun. Sehingga pihaknya masih melakukan komunikasi dengan berbagai pihak terkait koalisi, kendati masih menunggu keputusan dari pusat.

Untuk Jabar, lanjutnya, perlu lebih dekat konsolidasi melalui motivasi dan bergerak dalam 16 daerah tersebut. Kendati untuk penjaringan sendiri kemungkinan pada Oktober sehingga masih ada waktu untuk pertimbangan.

Disingung mengenai Pilkada di DKI Jakarta, lanjutnya, pertarungan politik di ibukota tersebut tidak mempengaruhi ke daerah. Dengan demikian pilkada adalah pemilihan pemimpin yang harus membangun kemakmuran di daerah bukan memiliki ikatan emosional dengan elit di Jakarta.

"Pertama tidak membawa konflik pertarungan politik Jakarta ke daerah, Pilkada adalah pemilihan pemimpin yang membangun bukan ikatan emosional dengan elit politik. Problem Indonesia dari dulu begitu, sentralistik politik berdampak konflik," tuturnya.

Lebih jauh, pihaknya mengambil pelajaran bahwa memahami emosi masyarakat lebih penting dibanding aspek kepentingan politik lain. Sehingga perlu dipelajari secara utuh karena konteks warga Jabar dan Jakarta berbeda.

Selain itu, Ia meminta kepada Anies dan Sandiaga untuk mengundang Bupati dan Wali Kota yang menyangga Ibukota. Karena persoalan di Jakarta adalah mobilisasi manusia karena barang ekonomi yang terpusat sehingga menimbulkan kompleksitas yang tinggi.

"Saya meminta pada Anies dan Sandi setelah dilantik, mengundang seluruh bupati dan Wali Kota yang menjadi penyangga daerah ibukota. Seperti Purwakarta, Karawang, Bogor, Bekasi dan Tangerang untuk duduk bersama berbicara," katanya.

Disamping itu, kerjasama dalam pengadaan air bersih dan daging juga diperlukan, karena kebutuhan tersebut memerlukan dukungan dari berbagai daerah di sekitar Ibukota.

"Air bersih Jakarta pasokannya dari Purwakarta Jatiluhur, hari ini kami sedang membersihkan keramba  demi kepentingan Jakarta. Kedepan Jakarta mesti membantu Pemkab Bandung untuk mendorong reboisasi di sekitar hutan dan mengangkat derajat masyarakat sekitar hutan untuk kehidupan lebih baik agar gak ngeramba dan tidak membuat komoditi sekitar sumber air," tambahnya.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR