Laga Sepi Penonton, Persib Sementara Unggul 2-0 Atas Borneo

Persib

Rabu, 14 Agustus 2019 | 19:27 WIB

190814193445-laga-.jpg

Asep Awaludin

LAGA antara tuan rumah Persib Bandung melawan Borneo FC sepi penonton. Berdasarkan pantauan, kursi-kursi di hampir semua tribun di Stsdion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, terlihat kosong. Terutama di tribun utara dan sebagian tribun selatan.
Sepinya minat penonton yang hadir menyakskikan langsung di Stadion disinyalir lantaran laga berlangsung pada hari kerja. Selain itu, faktor utama yang menyebabkan sepinya penonton karena sistem penjualan tiket online, serta dibarengi buruknya penampilan Persib pada putaran pertama Liga 1 2019.
Walaupun sepi penonton, tim asuhan Robert Rene Albert ini mampu unggul 2-0 atas lawannya Borneo FC. Dua gol masing-masing dicetak Ghozali Siregar memanfaatkan umpan Ezechiel, serta satu gol lagi dicetak Vizcara lewat jumping hadding usai menerima umpan dari Febri Heryadi.
Unggul dua gol, Persib terus melakukan serangan ke gawang lawan, namun penyelesaian akhir yang buruk dari Ezechiel dan Ghozali tak bisa menambah pundi-pundi gol Persib.
Tak seperti biasanya, jika Pangeran Biru, julukan lain Persib, bermain hampir semua ruas jalan di Kota Bandung kerap dipenuhi suporter (bobotoh). Namun suasana seperti ini nyaris tak terlihat dalam beberapa laga kandang di musim ini.
Salah seorang bobotoh, Maman Sulaeman asal Kopo mengatakan, tidak semua bobotoh bisa mengakses tiket online karena terkendala fasilitas. "Kalau bisa jangan jangan dibikin ribet, tidak semua bobotoh bisa mengaksesnya," ujarnya saat berbincang di sela pertandingan.
Slain keterbatasan suporter dalam mengakses internet, juga masih belum maksimalnya layanan tiket online. 
"Sebetulnya kita mengadakan sistem online untuk mempermudah, jadi tidak ada niatan untuk mempersulit," ujar General Coordinator Panpel Laga Kandang Persib Bandung Budhi Bram Rachman, beberapa waktu yang lalu di Bandung. 
Disinggung mengenai masih adanya pro kontra mengenai sistem baru tersebut, Bram menyebut, hal itu sebagai sebuah dinamika. Dia pun sangat paham ketika suatu hal baru akan menjadi sebuah perdebatan di sebagian kalangan masyarakat, khususnya bobotoh.
"Mungkin belum terbiasa dengan sistem online. Mudah-mudahan ke depan banyak kemudahan dengan tiket online ini, sehingga bobotoh bisa lebih mudah mendapatkan tiket dengan harga yang sesuai ketentuan," ucap Bram sapaan akrabnya.
Bram menekankan, jika penjualan tiket secara daring ini telah diwacanakan semenjak dua tahun silam. Namun, karena terkendala dengan adanya kuota bagi komunitas, sistem ini dilakukan secara bertahap.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA