Persib - Perseru, Bomber Serukan Kosongkan Tribun Selatan SJH

Persib

Sabtu, 9 Maret 2019 | 09:30 WIB

190309092829-persi.jpg

SAAT ditangani pelatih Miljn Radovic, penampilan Persib Bandung dinilai sangat jauh dari harapan. Dari dua laga yang sudah dimainkan di Piala Presiden 2019, Maung Bandung belum sekalipun meraih kemenanganlima gol dan gawang pun kebobolan hingga . Bobotoh pun dibuat geram dan mengkritik habis manajemen Persib. 
Salah satu bentuk kritik elegan adalah rencana Bobotoh Maung Bandung Bersatu (Bomber) yang akan mengosongkan tribun selatan saat laga pamungkas penyisihan grup A Piala Presiden 2019 antara Persib melawan Perseru di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (12/3/2019) mendatang. 
Recana dan seruan mengosongkan tribun selatan itu diunggah akun instagram resmi Bomber, @bomber.persib pada Jumat, 8 Maret 2019. 
"Kami hanya menginginkan Persib lebih baik lagi, penilaian kami sejak tandatangan kontrak Radovic, tidak ada peningkatan yang signifikan. Jika hanya sekedar ucapan tanpa realisasi di lapangan, anak TK pun bisa dengan mudah mengucap PASTI MENANG," tulis akun instagram resmi Bomber. 
"Tanpa ada unsur paksaan terhadap siapapun, bagi yang masih ingin datang ke stadion pada laga terakhir Piala Presiden 2019 Silahkan. Jangan sampai ada perdebatan ataupun perselisihan melalui media sosial antara bobotoh yang pro boikot dan kontra boikot," tulisnya.
Ketua Umum Bomber, Asep Abdul mengatakan dengan rencana mengosongkan tribun selatan, pihaknya ingin manajemen berbenah diri dan melakukan evaluasi. 
"Setidaknya kita ingin memberikan kesempatan pada manajemen untuk berbenah diri apapun yang kita lakukan ingin merefresh. Sekarang Bobotoh sedang memperbaiki diri juga, masa manajemen enggak," kata Asep Abdul. 
"Jadi berbenah secepatnya, evaluasi, apakah Radovic dipertahankan atau tidak, tapi dengan alasan yang jelas," tegas Abdul menambahkan.
Abdul menambahkan, tidak hadirnya Bomber pada pertandingan nanti juga bentuk kecintaan kepada Persib. Karena, pihaknya tak ingin tim kebanggaannya terus terpuruk dan tidak bisa bersaing saat kompetisi nanti. 
"Bukan boikot, kalau boikot konotasinya beda (negatif). Kita hanya menyampaikan perasaan saja. Kecintaan kita tetap, kalah menang tetap dukung, momen ini harus sama-sama membenahi. Bobotoh juga berupaya ke arah positif tim dan manajemen juga harus membenahi," ungkapnya

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR