Pengelola SJH Buka Peluang Kerjasama dengan PT PBB

Persib

Senin, 11 Februari 2019 | 15:57 WIB

190211155759-penge.jpg

dok

PENGELOLA Stadion Si Jalak Harupat membuka peluang bagi PT Persib Bandung Bermartabat untuk mengelola stadion kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung ini. Pasalnya, selama ini untuk pengelolaan stadion masih dikelola UPTD terkait dengan anggaran APBD.

"Memang rencana kita sudah ke arah sana. Artinya dikelola Persib Bermartabat itu kan profesional, jadi nanti akan dibuat seperti di Stadion lain. Nah kalau sekarang kan dikelola UPTD, jadi belum ke arah profesional walaupun ada Perda No 18 dan jasa retribusi penyewaan, tapi kalau diserahkan ke pihak ketiga akan lebih bagus," kata Mulyana Kepala UPTD si Jalak Harupat ditemui wartawan di area Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin (11/2/2019).

Sejauh ini kata Mulyana, untuk kearah saha sudah dilakukan. Bahkan pihaknya sudah berkomunikasi dengan PT PBB terkait pengelolaan stadion.

"Peluang itu ada, kami menyambut baik apabila dikelola ke Persib. Kalau jadi, ini bisa menjadi pendapatan asli daerah, artinya bisa diserap kan, karena nanti ada pola kerjasama dengan Persib, sehingga PAD kita bisa ditekan jika kerjasama dengan Persib," ujarnya.

"Kalau jadi belum sih, baru pembicara awal, ketemu Pak Teddy sudah, kita berbicara ke arah sana tapi belum detail," imbuhnya.

Saat ini kata Mulyana, fasilitas stadion sudah sangat lengkap. Apalagi beberapa waktu lalu sempat dijadikan venue penyelenggaraan Asian Games. Sehingga faktor kenyamanan berupa perawatan stadion terus dilakukan.

"Bicara keseluruhan kita tidak hanya mengelola Stadion, beda dengan GBLA, kita mengelola 11 venue termasuk stadion, seperti halnya contoh di Pakansari," ungkapnya.

Tak hanya itu, untuk menjaga kualitas rumput stadion, pihak pengelola SJH selektif dalam memberikan izin pengguaan stadion. Pasalnya, SJH sendiri sudah termasuk stadion bertaraf internasional.

"Kalau untuk Stadion Si Jalak Harupat ini kita selektif, mungkin di lapangan luar ada yang sewa, karena kalau liat kondisi lapangan itu kan dikeluarkan biaya Rp 4 miliar, kalau profesional full sepatu aja kan beda jadi kita selektif," tandasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR