Permata Bank Syariah Gandeng Persib Bandung Suarakan #engkekumaha

Persib

Rabu, 12 Desember 2018 | 15:47 WIB

181212155709-perma.jpg

Ferdy Soegito Putra

UNTUK membangun semangat dalam mempersiapkan masa depan yang lebih cerah, Permata Bank Syariah gandeng tim Sepak Bola kebanggaan masyarakat Jawa Barat, Persib Bandung untuk menginisisasi gerakan bertajuk #engkekumaha (bagaimana nanti).

Dijelaskan, gerakan #engkekumaha ini merupakan sebuah dorongan dari Bank Permata syariah agar masyarakan bisa mempersiapkan masa depan dengan lebih baik di berbagai lini, termasuk finansial.

Senior Vice President Permata Bank Syariah, Rinaldi Aziz, mengatakan melalui gerakan pihaknya ingin menjelaskan kepada masyarakat bahwa perusahaan Bank tidak hanya identik dengan produk tabungan saja, melainkan investasi, KPR (kredit pemilikan rumah), KTA (kredit tanpa agunan), dan juga lainnya.

"Kami bangga dapat bekerjasama dengan tim kebanggaan Jawa Barat untuk menyuarakan #engkekumaha, yang menyadarkan bahwa hidup bukan hanya saat ini melainkan tentang mempersiapkan masa depan. Hal ini menjadi sebuah langkah baru kami untuk turut membangub generasi yang sadar dakan masa depan," jelasnya saat Jumpa Pers Permata Bank bersama Persib, di Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Rabu (12/12/2018)

Sementara itu CEO PT Persib Bermartabat, Teddy Tjahjono menyatakan semangat yang terkandung di dalam gerakan #engkekumaha ini sejalan dengan visi misi Persib.

Tjahjo merasa dengan menghadirkan AkademiPersib pihaknya tengah mempersiapkan sebuah wadah untuk menunjang karir para pemain sepak bola usia dini agar masa depannya lebih terencana.

"Akademi Persib merupakan sebuah langkah nyata yang kami lakukan terkait gerakan #engkekumaha, Akademi Persib menjadi sebuah tempat untuk membentuk generasi baru yang memiliki passion didunia sepai bola untuk menghantar mereka ke gerbang professional," katanya

Menghadirkan dua pemain yang sudah tidak asing lagi di tubuh Persib, Yakni Atep Rizal dan Dedi Kusnandar, mereka juga mengaku tengah mendukung gerakan #engkekumaha sebagai persiapan masa pensiun.

Bahkan Atep sendiri mengakui bahwa dirinya tidak akan selamanya menjadi pemain sepak bola mengingat, pemain sepak bola juga memiliki batasan usia yang harus diperhatikan.

"Saya sangat mendorong gerakan ini, karena kita semua tahu bahwa saya pribadi tidak mungkin bisa terus merumput mengingat karir pemain sepak bola itu ditentukan oleh usia, sehingga saya sendiri sudah menyiapkan beberapa bidang usaha untuk nanti kedepan," katanya.

Senada dengan Dedi, ia juga telah mempersiapkan masa depannya dengan membangun beberapa bidang usaha, baik properti maupun kuliner. "Seperti yang dikatakan Atep, saya pun lebih memilih #engkekumaha dari pada 'kumaha engke' karena kedepan siapa yang tahu," pungkasnya.

Editor: H. D. Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR