181019185434-hadap.jpg

dokumen galamedianews.com

Hadapi Persebaya Surabaya di Bali, Persib Bandung Dapat Suntikan Tenaga

Persib

Jumat, 19 Oktober 2018 | 18:51 WIB

Wartawan: Asep Awaludin

PERSIB Bandung kembali akan melakoni laga di pekan ke 26 menghadapi Persebaya Surabaya, di Stadion I Wayan Dipta, Bali, Sabtu (20/10/2018) malam. Laga ini menjadi sangat penting bagi kedua tim, termasuk Persib yang berharap meraih poin penuh untuk kembali merebut posisi puncak klasemen sementara Liga I.

Namun untuk merebut target itu tentu tidak akan mudah bagi Supardi CS. Pasalnya, Maung Bandung harus berjuang tanpa kekuatan utamanya setelah beberapa pemain pilaranya dilarang tampil akibat hukuman dari Komisi Disiplin PSSI. Belum lagi, Persib harus tampil tanpa dukungan bobotoh yang masih terkena sanksi hingga setengah musim ke depan.

Kendati begitu, ada sedikit harapan yang bisa diandalkan Pelatih Roberto Carlos Mario Gomez. Setidaknya, dua punggawa andalannya yakni Febri Haryadi dan Dedi Kusnandar dipastikan bakal tampil pasca kembali dari Timnas Indonesia.

"Kami sudah melakukan persiapan yang baik, dan kabar bagusnya ada beberapa pemain yang hilang sudah bergabung seperti, Febri dan Dedi Kusnandar. Tapi yang saya sayangkan laga besok seharusnya menjadi pesta yang besar. Karena saya ingat sebelumnya di Surabaya di sana ada pesta yang bagus di dalam stadion, tapi besok (hari ini red) kami tidak akan bermain dengan dukungan fans, itu tidak baik untuk mereka dan kami. Tapi di dalam (pertandingan) ini game yang penting, memang kami mempunyai relasi yang baik, tapi semua orang ingin menang," tutur Gomez.

Ketidak hadiran suporter memang sangat disayangkannya. Padahal bagi pemain, kehadiran suporter dinilai mampu memompa motivasi untuk tampil baik.

"Itu tidak bagus untuk kami dan juga untuk Surabaya. Saya ulangi, saat itu ada pesta yang indah saat kami bertemu Surabaya karena atmosfernya luar biasa di luar (lapangan). Di dalam (lapangan) kami saling bertarung untuk menang tapi saat itu pertandingan berjalan bersih dan itu yang terpenting. Saya tidak mengerti kenapa penonton tidak bisa menyaksikan laga ini, menurut opini saya. Apalagi pemain-pemain kami yang terkena sanksi seperti Bauman juga tidak bisa menonton ke stadion, saya tidak mengerti," herannya.

Ditanya peluangnya pada laga nanti, Gomez memandang Persebaya masih menjadi ancaman bagi timnya. Namun ia merasa tetap optimis. Apalagi kedua tim terbilang seimbang lantaran sama-sama mencatatkan hasil kurang memuaskan dalam beberapa laga terakhirnya.

"Setiap pertandingan selalu berbeda, bagi Persebaya itu adalah masa lalu, begitu pula bagi kami. Karena kami juga dalam dua laga terakhir sulit menang, dan yang paling penting adalah laga di depan. Mungkin nanti pertandingan akan berjalan berbeda karena ini adalah momen yang berbeda dan pemain yang berbeda juga. Ini juga laga yang penting bagi kami begitu pula bagi mereka. Kami tahu ini akan menjadi laga yang sangat berat," ujarnya.

Sementara mengenai banyaknya pemain Persebaya yang absen pada laga nanti, Gomez tak ingin melihat itu. Bagi dia, Persebaya tetap lah tim kuat yang sulit dikalahkan.

"Persebaya punya pemain penting dan Persib juga sama, jadi tidak masalah. Memang di luar kami bersahabat, tapi di dalam semuanya ingin menang dengan cara yang bersih. Karena itu yang penting baik ada suporter atau tanpa suporter kami harus berjuang," ucapnya.

Mengenai Pelatih Persebaya Jajang Nurjaman yang pernah membawa Persib juara, Gomez memandang Janur sebagai sosok yang paham dengan karakter permainan timnya. Hal ini yang menurutnya sangat berpengaruh bagi penampilan lawan di pertandingan nanti.

"Untuk pertanyaan pertama, tentu pelatih ini adalah pelatih yang bagus. Karena dia pernah memberikan gelar juara untuk Persib Bandung dan dia juga sudah mempersembahkan sejarah bagi tim. Untuk pertanyaan kedua, semua orang mempunyai opini. Tapi opini saya memang seharusnya setiap tim mempunyai pemain lokal yang berkualitas, bukan pemain asing. Setiap tim hanya bisa memakai empat pemain asing dan biasanya satu tim dihuni 25sampai 28 pemain. Jika kamu punya pemain lokal yang bagus maka tim akan berkembang. Kami berada di puncak memang andil pemain asing tapi pemain lokal lebih penting, dan kami mempunyai pemain lokal yang bagus, itu yang jadi alasan kami berada di puncak," ungkapnya.

Sementara Pelatih Persebaya Jajang Nurjaman mengatakan saat ini timnya sudah melakukan persiapan jelang duel melawan Persib. Bagi Janur, sapaan akrabnya, menghadapi Persib menjadi laga penting untuk menunjukkan eksistensi timnya di persaingan papan bawah.

"Besok akan menjadi away kami di minggu ke 26, ini pertandingan yang sangat penting bagi kami karena persaingan di papan bawah semakin ketat sekarang, lihat kemarin PSMS bisa menang atas Sriwijaya FC, sehingga praktis persaingan di papan bawah juga semakin sengit, dengan begitu kami akan berusaha dengan maksimal di partai kali ini melawan Persib dan harus mendapat poin maksimal," ujarnya.

Meski beberapa pilar utamanya tak bisa tampil dalam laga nanti, namun Janur tak merasa pesimis. Dengan kekuatan pemain yang ada, ia yakin timnya mampu tampil maksimal.

"Pemain juga akan berusaha untuk meraih poin. Dan kondisi kami ke sini tidak bisa memainkan beberapa pilar seperti Robertinho yang harus beristirahat panjang, Da Silva juga, Maitimo juga dan banyak pemain yang berlabel asing yang tidak bisa diturunkan, OK John juga. praktis kita akan menurunkan pemain lokal untuk besok, jadi melihat situasi kami tetap optimis melihat kondisi terakhir, semangat menghadapi pertandingan kali ini mudah-mudahan terbawa pada pertandingan ini," tuturnya.

"Saya juga melihat Persib sendiri situasinya sama, Persib belum bisa memainkan pemain asing dan selebihnya pemain lokal, namun saya akui jika lokal di Persib yang sangat pengalaman seperti Supardi, Hariono, Tony, dan Atep yang saya pikir sudah berpengalaman di Liga Indonesia, sedangkan kami banyak pemain muda. Tapi dengan situasi ini bertekad meraih poin di sini," imbuhnya.

Soal prediksinya melawan Persib lantaran tahu karakteristik permainan Maung Bandung, Janur tetap tak mau berspekulasi. Ia menilai bahwa saat ini situasinya sudah sangat berbeda.

"Saya pikir tidak terlalu sulit dan signifikan karena setiap pelatih sebenarnya sudah tahu dari pelatih di klub sebelumnya, bagaimana kekuatannya dan kekurangannya. Oke lah saya banyak tau dari banyak pemain seperti Dedi Kusnandar, Supardi, Atep, Febri tapi kan sekarang permainan Persib berbeda, ditukangi pelatih yang berbeda juga, jadi tidak jaminan saya jadi tau mereka atau bisa mudah mengantisipasi mereka," pungkasnya.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR