180810204518-dikal.jpg

persib.co.id

Dikalahkan Mitra Kukar, Ini Kata Mario Gomez

Persib

Jumat, 10 Agustus 2018 | 20:26 WIB

Wartawan: Asep Awaludin

MAUNG Bandung gagal mempertahankan trend positif tak pernah terkalahkan selama putaran dua Liga 1 2018. Itu setelah tim asuhan Roberto Carlos Mario Gomez kalah dari  Mitra Kukar dengan skor 0-1 (0-0) di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Jumat (10/8/2018).

Meski tak berpengaruh terhadap posisi Persib di puncak klasemen, namun kekalahan ini menjadi ancaman bagi Maung Bandung lantaran selisih gol dengan peringkat dibawahnya hanya terpaut selisih tiga poin.

Sang Arsitek Maung Bandung, Roberto Carlos Mario Gomez pun angkat bicara soal kekalahan 0-1 dari tuan rumah Mitra Kukar. Ia menilai, faktor di luar teknis menjadi kendala kekalahan tim asuhannya.

"Kita tahu Mitra Kukar adalah tim kuat. Tapi kita tahu, kita tidak bisa bermain melawan 12 pemain dan wasit punya kesempatan itu. Kita tahu, kita punya lawan dan musuh. Sebagian musuh adalah federasi," kata Mario Gome seusai pertandingan.

Ia menilai, setidaknya Persib memiliki dua peluang yang bisa dimanfaatkan menjadi gol, salah satunya saat pemain Persib dilanggar di kotak penalti lawan. Namun sayangnya, sang pengadil tetap melanjutkan pertandingan tanpa sebuah keputusan menguntungkan bagi timnya.

Dengan keputusan-keputusan sang pengadil di lapangan, ia pun menanyakan soal kehadiran wasit yang selama ini memimpin pertandingan timnya di laga tandang. Pasalnya, dari beberapa wasit yang memimpin laga tandang Persib, tak pernah memimpin di laga kandang skuat skuadnya.

Kondisi ini juga, semakin meyakinkan dirinya bahwa Bojan Malisic Cs tak hanya memiliki lawan sebenarnya (tim). Tetapi, harus siap menghadapi lawan lainnya.  

"Saya tidak akan komentar satu skor dari Mitra Kukar, tapi dua penalti yang harusnya kita punya. Tapi saya tahu, kita punya lawan dan musuh, dan kita akan terus fight dan tetap di puncak. Dan pertanyaan saya, kenapa wasit ini tidak pernah bermain di Bandung," ucapnya.

Terlepas kekesalannya, Mario Gomez mengaku akan memberikan istirahat kepada sejumlah pemainnya jelang digulirnya laga perdana melawan PSKC Cimahi di Piala Indonesia 2018.

"Ya, saya akan berikan libur untuk pemain. Tanggal 14 kita jalan ke Tasik dengan beberapa pemain, karena sisanya telah main di banyak pertandingan. Mungkin kita akan bawa beberapa pemain muda dan juga tiga pemain dari U-19. Ini juga untuk federasi," ujar dia.

Keberhasilan Naga Mekes memutus rekor tak pernah kalah Persib Bandung di tujuh laga, dikatakan Pelatih Rahmad Darmawan tak lepas dari efektifitas permainan anak asuhnya.

Bayu Pradana dan kawan-kawan, dinilai telah berhasil memaksimalkan ke dua sayapnya untuk bisa menekan dua flank Maung Bandung untuk menembus benteng pertahanan.

"Karena dua center back Persib luar biasa dalam bola-bola atas, maka kita maksimalkan dua flank kita dan memang satu-satunya cara untuk menembus pertahanan Persib dari dua sektor itu. Tetapi di babak dua kita sedikit kesulitan karena Persib bisa membaca kita," kata Rahmad.   

Dia mengaku sangat beruntung ketika peluang emas Jonathan Jesus Bauman mengenai mistar gawang. Tetapi di sisi lain, skuatnya bisa memaksimalkan satu kesempatan.  

"Saya kira Persib kurang beruntung karena ada beberapa momen yang bisa bikin gol, tapi diselamatkantiang gawang. Sebaliknya kita beruntung karena satu momen di babak dua bisa kita maskimalkan. Saya apresiasi semua pemain," ucapnya.

Editor: Dadang Setiawan



Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR