Pemeran Sinetron Jin dan Jun Siap Maju di Pilkada Kab. Bandung 2020

Pemilu

Kamis, 17 Oktober 2019 | 13:48 WIB

191017134850-pemer.jpg

Ziyan Muhammad Nasyith

MENGIKUTI penjaringan bakal calon (balon) Bupati dan Wakil Bupati Bandung melalui jalur Partai Nasdem, artis sekaligus presenter Syahrul Gunawan mengaku siap berkompetisi dalam kontestasi Pimilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bandung pada 2020 mendatang.

Kepastian tersebut diketahui setelah Syahrul mendaftarkan diri dan mengembalikan formulir ke Kantor DPD Partai Nasdem Kabupaten Bandung di Jln. Raya Margahayu, Kab. Bandung, Kamis (17/10/2019).

Diakui oleh pria yang pernah dikenal lewat perannya dalam sinetron Jin dan Jun itu, kegagalannya saat mengikuti Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 di Dapil Kota Bogor, menjadi bekal pengalaman politiknya untuk kembali terjun ke dunia politik.

"Dari kegagalan itu saya saya berpikir, alangkah baiknya saya terjun di eksekutif. Karena tentu bisa lebih banyak melakukan berbagai hal dan lebih punya power. Sebagai orang Sunda, saya ingin bisa bermanfaat bagi masyarakat Sunda pada umumnya dan masyarakat Kabupaten Bandung pada khususnya. Tentu saja harus dilakukan dengan berkiprah untuk melakukan berbagai hal demi kepentingan masyarakat," ungkap Syahrul.

Niat baiknya untuk maju dalam penjaringan balon Bupati dan Wakil Bupati Bandung itu, kata Syahrul, mendapat dukungan dan direspon oleh DPW Partai Nasdem Jawa Barat. Oleh karenanya, kesempatan itu tidak ingin ia sia-siakan dengan kapasitasnya sebagai kader Nasdem.

"Dengan kapasitas saya sekarang, saya harus bisa memanfaatkan sebaik-baiknya untuk berkiprah di masyarakat. Saya ingin berjuang, apalagi sekarang sudah tidak punya Om Jin. Jadi harus belajar lebih banyak lagi," katanya.

Disinggung mengenai popularitasnya yang sudah terbentuk sebelum terjun ke dunia politik, Syahrul tidak ingin jumawa. Ia mengaku butuh arahan dan pendampingan dari pimpinan Partai Nasdem di daerah, berikut praktisi-praktisi politik di internal partai.

"Betul saya merasa memiliki sosial kapitalis. Tapi tetap saya harus koordinasi. Saya butuh arahan, saya juga butuh dukungan dari berbagai pihak. Kegagalan saya kemarin di Pileg 2019 juga menguatkan mental saya dari berbagai gempuran. Saya ingin memberikan warna dan hal yang terbaik di dunia perpolitikan Indonesia," ujarnya.

Kendati demikian, Syahrul mengaku, menyerahkan sepenuhnya kepada DPW maupun DPP, terkait keputusan apakah nantinya ia ditunjuk maju atau tidaknya. Sebab, ada proses tahapan penjaringan yang dilakukan internal partai melalui survei.

"Saya sendiri sampai sekarang masih terus berkomunikasi dengan DPW dan DPP Partai Nasdem. Intinya semua keputusan tergantung dari DPP. Semua ada kapasitasnya, saya juga terus mengupgrade kapasitas. Jujur saya masih buta Kabupaten Bandung, baru sebagian. Dan saya ingin mencoba, tapi bukan coba-coba," katanya.

Editor: Dadang Setiawan



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA