Diramaikan 3 Balon Wali Kota Jalur Perorangan, Pilkada Kota Solo Bakal Seru

Pemilu

Rabu, 16 Oktober 2019 | 20:48 WIB

191016205005-diram.jpg


PEMILIHAN umum kepala daerah (Pilkada) untuk memilih pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo periode 2020-2025 yang akan digelar tahun 2020 mendatang, diperkirakan akan seru dengan munculnya bakal calon dari jalur perorangan dalam jumlah banyak. Sampai Rabu (16/10/2019), sebanyak tiga orang yang menyatakan diri akan maju dalam Pilkada 2020 sudah mendatangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo mencari informasi persyaratan pencalonan.

Ketua KPU Kota Solo Nurul Sutarti, menyatakan menjelang masa pendaftaran bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo pada Desember 2019, telah tiga orang warga Kota Solo datang ke KPU menanyakan syarat-syarat pendaftaran dari jalur perorangan. Ketiga orang itu adalah, Isa Ansori dari Posko Perjuangan Rakyat (Pospera), kelompok relawan pendukung Joko Widodo pada pemilihan presiden lalu yang akan mengusung salah seorang tokoh Pospera. Kemudian Bagyo Wahyono dari Jaringan Tikus Pithi Hanoto Baris dan Henry Indraguna, Caleg Partai Persatuan Indonesia (Perindo) yang gagal ke Senayan.

Pospera yang akan meramaikan Pilkada Kota Solo, akan menempuh jalur perorangan untuk salah seorang tokoh yang namanya belum disebutkan. Secara tersirat, Isa Ansori hanya menyebut sosok yang akan dicalonkan sebagai Wali Kota Solo 2020-2025 adalah anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Jawa Tengah.

“Kalau Jaringan Tikus Pithi Hanoto Baris rencananya akan mengajukan pasangan Bagyo Wahyono dan F.X. Supardjo melalui jalur perorangan. Mereka menanyakan persyaratan dan mekanisme pendaftaran untuk pemilihan wali kota dari jalur perorangan,” kata Ketua Komisioner KPU Kota Solo itu.

Di antara ketiga orang tersebut yang paling akhir adalah calon anggota DPR RI 2019 daerah pemilihan 5 dari Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Henry Indraguna. Caleg yang menyatakan diri keluar dari Perindo itu, datang ke kantor KPU juga minta penjelasan sekitar pendaftaran calon Wali Kota Solo dari jalur perorangan.

Nurul Sutarti menjelaskan kepada ke tiga orang tersebut, tentang persyaratan yang harus dipenuhi dan tahapan penyerahan dokumen pendaftaran calon perorangan mulai 11 Desember 2019 sampai 5 Maret 2020. Di antara persyaratan yang harus dipenuhi dalam pengajuan calon wali kota harus satu paket, yakni calon wali kota dan calon wali kota. Selain itu, bakal calon harus menyerahkan surat pernyataan dukungan berisi nama dan nomor induk kependudukan (NIK) beserta tanda tangan dan dilampiri fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik.

“Mereka yang mendaftarkan diri sebagai calon wali kota dan wakil wali kota lewat jalur perorangan, disyaratkan harus didukung 8,5 persen dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu terakhir, di lebih dari 50 persen jumlah kecamatan,” jelasnya.

Nurul menambahkan, berdasarkan data DPT pada Pemilu terakhir, total pemilih yang terdaftar sebanyak 421.999 orang. Merujuk pada data tersebut, katanya, setiap pasangan bakal calon pasangan wali kota yang mendaftar lewat jalur perorangan harus mendapatkan paling sedikit 35.870 orang yang berasal dari tiga kecamatan.

Sementara itu, di kubu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Solo sudah sejak jauh hari sepakat mengusung Wakil Wali Kota Solo petahana Achmad Purnomo yang berpasangan dengan Sekretaris DPC PDIP Kota Solo, Teguh Prakosa, maju dalam Pilkada mendatang. Nama pasangan tersebut saat ini telah disosialisasikan dan tinggal menunggu rekomendasi dari DPP PDIP.

Selain itu, nama putera Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming, juga muncul sebagai salah satu bakal calon Wali Kota Solo. Beberapa waktu terakhir, pengusaha katering yang kini membuka usaha martabak itu melakukan safari politik, di antaranya mendatangi Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo yang juga Ketua DPC PDIP Kota Solo.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA