Jelang Pilkades dan Pilkada Bandung, 200 Anggota Linmas Dibekali Bintek Deteksi Dini

Pemilu

Senin, 7 Oktober 2019 | 12:06 WIB

191007120746-jelan.jpg

Engkos Kosasih


SEBANYAK 200 anggota perlindungan masyarakat (Linmas) siaga desa dan siaga kecamatan diarahkan untuk melakukan deteksi dini potensi permasalahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Apalagi saat ini menghadapi pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di 199 desa di 30 kecamatan di Kabupaten Bandung pada 26 Oktober 2019 mendatang.

Ratusan anggota linmas siaga desa dan siaga kecamatan asal Kecamatan Majalaya, Solokanjeruk, Paseh dan Ibun itu dihadirkan pada pelaksanaan bimbingan teknis (bintek) deteksi 5 untuk peningkatan sumber daya anggota linmas dalam upaya peningkatan kondusifitas dan kewaspadaan di daerah di Graha Sajabat Desa Majakerta Kecamatan Majalaya, Senin (7/10/2019).

Bintek deteksi dini ini dilaksanakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bandung. Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bandung H. Iman Irianto, Kabid Kewaspadaan dan Kerjasama Intelejen Badan Kesbangpol Kabupaten Bandung H. Aam Rahmat, Anggota DPRD Kabupaten Bandung H. Cecep Suhendar, dan dari perwakilan Pusdik Intelkam Polri Mayor Mulya, Kasat Intel Polres Bandung AKP Tedy Rusman, Badan Intelejen Negara Provinsi Jabar turut menjadi narasumber dalam bintek deteksi dini tersebut.

H. Iman Irianto mengatakan, maksud dan tujuannya dilaksanakan bintek deteksi dini ini yaitu dalam rangka peningkatan sumber daya aparatur linmas untuk kewaspadaan dan deteksi dini. Yaitu berkaitan dengan Permendagri No 84 tahun 2014 tentang Pemberdayaan Linmas di Wilayah. Selain itu Permendagri nomor 2 tahun 2018 tentang Kewaspadaan Dini di Daerah dan Permendagri nomor 24 tahun 2014 tentang Koordinasi Penanganan Potensi Konflik di Daerah.

"Melalui bintek deteksi dini yang melibatkan anggota linmas siaga desa dan siaga kecamatan ini untuk memberikan pemahaman aturan, pengetahuan, wawasan dalam rangka melakukan pengawasan sampai pelaporannya," kata Iman

Iman mengatakan, bintek deteksi dini dalam upaya peningkatan kewaspadaan, berkaitan dengan konflik sosial jelang pilkades serentak di 199 desa di 30 kecamatan di Kabupaten Bandung. Selain itu, jelang Pilkada Bandung 2010, mengingat akhir Oktober ini mulai memasuki tahapan pilkada tidak lepas dari peran Linmas.

"Jelang pilkades dan pilkada itu, Satuan Linmas nantinya sebagai pengamanan langsung di tiap-tiap tempat pemungutan suara (TPS), selain pengamanan wilayah di desa dan kecamatan masing-masing. Dengan harapan, pilkades dan pilkada sukses tanpa ekses. Mengngat pada pilpres dan pileg 2019 lalu, tak ada perselisihan di Mahkamah Konstitusi meski Kabupaten Bandung merupakan pemilih dan TPS terbanyak," papar Iman.

Namun dalam kontek pengamanan, imbuh Iman, dibawah jajaran Polres Bandung. Selain itu dalam pengamanannya melibatkan jajaran TNI, dan Satpol PP. "Di setiap TPS, rata-raya 2 anggota linmas siaga desa dan siaga kecamatan. Namun untuk pengaturan teknisnya dari jajaran kepolisian," katanya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Bandung H. Cecep Suhendar menyinggung tentang persoalan keamanan dan kenyamanan masyarakat jelang pelaksanaan pilkades serentak di Kabupaten Bandung pada 26 Oktober 2019. Di antaranya, keamanan dan kenyamanan jelang pilkades
di Desa Karangtunggal, Kecamatan Paseh, yang sebelumnya sempat terjadi konflik sosial. "Keamanan dan kenyamanan merupakan tugas pemerintah dan perangkat keamanan," kata Cecep.

Ia mengatakan, Satuan Linmas bisa membantu keamanan. Mereka harus mendeteksi dini permasalahan sosial. Deteksi dini merupakan kewaspadaan. "Misalnya, bagaimana mencegah terjadinya kebakaran, bencana banjir, longsor dan kejadian lainnya. Selain itu, persoalan di masyarakat, misalnya terjadi perkelahian, pencurian, dan kejadian lainnya," katanya.

Cecep mengatakan, Satuan Linmas tak hanya dilibatkan dalam pengamanan dan keamanan di masyarakat saja, juga dalam peristiwa bencana banjir. "Kegiatan strategis di masyarakat, linmas harus tampil paling depan. Jadi keterlibatan linmas sangat penting," katanya.

Saat ini, Cecep mengatakan, linmas diberikan ilmu untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (aparatur). "Linmas memiliki peranan penting di tengah-tengah masyarakat," katanya.

Menurutnya, linmas bisa menteksi dan menjaga keamanan di masyarakat. Fungsi linmas harus bisa mencegah potensi konflik di masyarakat, apalagi saat ini menghadapi pilkades serentak. "Apakah kondisi desa jelang pilkades menghangat? Belum memanas?," katanya.
Cecep pun mengingatkan, linmas tidak boleh menjadi tim kampanye dan mengkampanyekan calon kepala desa. Linmas boleh memihak secara pribadi karena memiliki hak pilih. "Jika linmas mengkampanyekan salah satu calon tidak boleh," katanya.

Ia mengatakan, pentingnya dilaksanakan deteksi dini untuk tidak terjadi permasalahan sosial di masyarakat. Apalagi mulai muncul riak-riak dan adanya pihak yang berkelompok yang ingin menggagalkan pilkades, itu merupakan tanggungjawab linmas.

"Karena itu, saya sangat merespon program kegiatan yang diselenggarakan Badan Kesbangpol Kabupaten Bandung ini. Ini untuk memposisikan satuan tugas dalam melakukan deteksi dini. Apalagi saat ini jelang pilkades yang melibatkan 199 desa di Kabupaten Bandung," paparnya.

Cecep juga mengajak kepada semua komponen masyarakat untuk menjaga keamanan. "Linmas bisa tampil paling depan. Bagaimana melakukan penjagaan dan pencegahan yang dibutuhkan saat ini. Pencegahan bisa dilaksanakan sedini mungkin oleh elemen masyarakat," harapnya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA