Dinilai Lakukan Kesalahan, Fahrul Rozi Bakal Laporkan Hakim PN Jaksel

Pemilu

Minggu, 6 Oktober 2019 | 20:45 WIB

191006204811-dinil.jpg

Agus Somantri

Fahrul Rozi, kader Partai Gerindra yang turut dipecat


LOLOSNYA Mulan Jameela sebagai anggota DPR RI dari Dapil XI Jabar dengan menggeser dan memecat dua kader Partai Gerindra yang bertengger diatasnya masih hangat diperbincangkan masyarakat. Bahkan saat ini kasus tersebut mulai memasuki babak baru.

Fahrul Rozi, salah satu kader yang dipecat mengaku akan melaporkan hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan yang menangani perkara tersebut. Fahrul menilai, seharusnya Pengadilan Negeri  Jakarta Selatan menolak gugatan yang dilayangkan Mulan cs tersebut.
Karena seharusnya masalah sengketa Pemilu diselesaikan oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

"Saya rasa putusan itu sudah melebihi kewenangannya (hakim). Dia juga pasti tahu dan mempelajari UU Pemilu. Tapi kenapa tetap memaksakan menyidangkan masalah itu. Dia itu sudah mengabaikan semua," ujarnya, Minggu (6/10/2019).

Menurut Fahrul, pemecatan yang dilakukan Partai Gerindra kepada dirinya karena imbas dari putusan PN Jaksel. Ia pun menilai, dengan mengabulkan tuntutan Mulan Jameela cs,  hakim telah melakukan dua kesalahan fatal.

"Ada dua kesalahan yang dilakukan hakim. Pertama, masalah Pemilu harusnya selesai di MK. Kedua, hakim tidak memikirkan dampak dari putusan itu," ucapnya.

Fahrul menyebutkan, dirinya berencana untuk melaporkan hakim yang menagani perkara tersebut ke Badan Pengawas Mahkamah Agung (Bawas MA) dan Komisi Yudisial (KY). 

Ia pun berharap Bawas MA dan KY bisa menyelidiki putusan hakim tersebut.

Diungkapkan Fahrul, dalam putusan perdata, hasilnya harus benar-benar selesai. Jangan sampai ada pihak-pihak lain yang merasa dirugikan. Ia juga mengaku heran, pasalnya putusan Mulan cs tidak dicantumkan di website PN Jaksel.

"Padahal sesuai aturan putusan itu harus bisa diakses di wibsitenya," katanya.

Fahrul menambahkan, selain melaporkan hakim, sebelumnya pihaknya juga telah menggugat PN Jaksel dan 39 orang lainnya. Rencananya gugatan akan mulai disidangkan pada minggu depan.

"Bukan hanya saya saja yang menggugat, tapi ada beberapa yang lainnya juga yang sama terkena imbas putusan PN Jaksel. Mereka itu ada yang minta ganti rugi, ada juga yang minta haknya dikembalikan," ucapnya.

Khusus gugatannya ke Partai Gerindra, lanjut Fahrul, ia hanya minta haknya sebagai kader untuk dikembalikan. Terlebih pemecatan yang dilakukan kepada dirinya karena putusan administrasi, bukan karena telah melakukan kesalahan.

"Jika dipecat, seharusnya mekanismenya itu kan melalui mahkamah partai. Tapi pemecatan pemecatan saya itu kan tidak melalui proses itu," katanya.

Fahrul merasa, jika dirinya dan Ervin Luthfi sengaja dikorbankan untuk memuluskan jalan Mulan Jameela menjadi anggota DPR RI. Ia pun menilai, apa yang telah dilakukan DPP Partai Gerindra itu sangat kasar karena hingga saat ini dirinya belum menerima surat pemecatan tersebut. 

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA