Mimpi Menjadi Kepala Desa Berakhir di Penjara

Pemilu

Kamis, 19 September 2019 | 13:33 WIB

190919133416-mimpi.jpg

Engkos Kosasih

PENAYANGAN video "mimpi menjadi kepala desa" di sela-sela deklarasi kampanye damai yang melibatkan 25 calon kepala desa di delapan desa se-Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung menjadi perhatian sejumlah pihak yang hadir pada saat itu, Kamis (19/9/2019).

Penayangan video yang digagas Muspika Ibun itu dilaksanakan di GOR Desa Lampegan Kecamatan Ibun dan disaksikan lebih dari 200 orang yang hadir pada deklarasi kampanye damai tersebut.

Pada penayangan video tersebut ada pesan moral yang bisa dimaknai oleh para calon kepala desa setelah mendapat amanah dari masyarakat. Penanganan video itu bermula dari pemeran utama dalam film itu, Misbah sebagai pegawai di lingkungan KUA Kecamatan Ibun sedang tidur di tepas rumahnya.

Saat itu, Misbah langsung bermimpi menjadi kepala desa. Pada perjalanan mimpinya itu, ia melewati masa tahapan kampanye dengan didampingi tim suksesnya. Melalui tim suksesnya, Misbah berkampanye bahwa dirinya sebagai calon kepala desa terbaik dan menilai yang lainnya buruk. Ia pun bagi-bagi uang tunai melalui tim suksesnya, Agus Suryana kepada warga calon pemilihnya.

Dengan cara kampanye politik uang, ia pun lolos menjadi kepala desa dan resmi menjadi kepala desa definitif. Namun di perjalanan semasa menjabatnya, Misbah memainkan anggaran dana desa. Di antaranya anggaran untuk pembangunan kirmir dan anggaran untuk pembangunan lainnya yang tak digunakan, sehingga ada laporan warga kepada jajaran kepolisian.

Dalam laporan itu, kepala desa dituding telah melakukan penggelapan anggaran dana desa untuk pembangunan infrastrukur. Setelah mendengar keterangan dari sejumlah saksi, kepala desa pun mengakui anggaran dana desa itu digunakan untuk kepentingan pribadi karena sebelumnya ia sudah banyak keluar anggaran untuk biaya pencalonan pilkades. Karena melakukan pelanggaran pidana, kepala desa pun berakhir di penjara.

Kapolsek Ibun Iptu Carsono mengatakan, video ini sengaja dibuat untuk memberikan pesan moral kepada para calon kepala desa.

"Supaya tidak terjadi seperti itu. Mohon maaf jangan sampai ada yang tersinggung. Ini semata-mata tayangan ini dibuat untuk memberikan edukasi supaya bisa mencegah kejadian yang tak diharapkan," kata Carsono.

Carsono menuturkan, deklarasi kampanye damai ini sebuah momen di Kecamatan Ibun. Ia berharap momen ini menjadi pintu masuk pada pelaksanaan pilkades dapat berjalan aman, damai, kondusif dan sejuk.

"Kecamatan Ibun paling keren karena tidak ada permasalahan. Ini berkat para calon kades, tim sukses, dan sejumlah pihak lainnya," kata Carsono.

Carsono melihat pelaksanaan tahapan pilkades di desa lain sempat terjadi persoalan, sehingga petugas keamanan dari Polri dan TNI turut mengamakan guna cipta kondisi.

"Persoalan itu akibat ketidakjujuran panitia. Alhandulilkah, di Kecamatan Ibun, Panwas dan panitia pemilihan kepala desa (P2KD) berjalan baik," tuturnya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA