Dalam pemilu 2019, Bawaslu Cimahi Catat 14 Pelanggaran

Pemilu

Jumat, 23 Agustus 2019 | 17:02 WIB

190823170320-dalam.jpg

Laksmi Sri Sundari

BADAN Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Cimahi menggelar acara diskusi Refleksi Tahapan Pemilu Pada Pemilihan Umum 2019 yang berlangsung di Hotel Endah Parahyangan Jln. Cibeureum, Jumat (23/8/2019).

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur diantaranya Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Cimahi, Organisasi Masyarakat (Ormas), Organisasi Kepemudaan (OKP), Badan Eksekutif Masiswa (BEM) dari sejumlah perguruan tinggi, Persit Kartika Candra Kirana, Bayangkari Kota Cimah, perwakilan dari sejumlah pondok pesantren, dan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Cimahi.

"Kegiatan ini sengaja kita laksanakan sebagai hasil capaian kinerja Bawaslu selama Pemilu 2019 kemarin. Setiap tahapan kita sampaikan ke tamu yang hadir," kata Ketua Bawaslu Kota Cimahi, Jusapuandy disela kegiatan.

Selama berlangsungnya Pemilu 2019 di Kota Cimahi, Bawaslu Kota Cimahi mencatat ada 14 pelanggaran. Kebanyakan pelanggaran administrasi, hanya 1 pelanggaran etik.

"Kalau dugaan pidana tidak ada yang sampai naik, hanya berhenti di sentra Gakumdu. Untuk administrasi juga ada 4 pelanggarannya, dan dugaan pelanggaran lainnya," beber Jusapuandy.

Disebutkannya, selama pelaksaaan Pemilu 2019 ini ada beberapa catatan yang jadi bahan evaluaai Bawaslu Kota Cimahi, terutama terkait kendala dan hamabatan  yang dihadapi, baik dari sisi undang-undang dan regulasi peraturan.

"Ada kekosongan-kekosongan hukum dimana Bawaslu diberi kewenangan lebih, selain menjadi lembaga pengawas pemilu juga sebagai lembaga penindak pelanggaran terhadap dugaan pelanggaran pemilu," terangnya

Tetapi ada sisi yang lain, lanjut Jusapuandy, dimana regulasi itu sendiri kurang kuat. "Sehingga kita tidak bisa menindak peserta pemilu yang melanggar. Contoh pelanggaran money politic. Money politic itu kan terbatas, yang dijerat itu peserta pemilu atau tim kampanye. Tapi yang diluar itu kita tidak bisa tindak," jelasnya.


Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA