Sekutu Abadi PKS dan Gerindra Kuasai Legislatif Jabar

Pemilu

Selasa, 13 Agustus 2019 | 20:45 WIB

190813203633-sekut.jpg

Anthika Asmara

SIDANG Pleno hasil suara pemilihan calon legislatif dan pendistribusian kursi legislatif oleh KPU Jawa Barat menetapkan Gerindra sebagai partai dengan suara terbanyak dan kursi legislatif terbanyak dengan jumlah 25 kursi dari perolehan suara sekitar 4,3 juta suara.

Posisi kedua diisi oleh PKS dengan 21 kursi dan PDIP sebagai pemenang di periode 2014-2019 tergusur di urutan tiga. Dibawah PDIP ada Partai berlambang pohon beringin (Golkar) mengalami penurunan kursi dari periode sebelumnya sebanyak 17 menjadi 16 kursi.

Selanjutnya diposisi keempat ada Partai pengusung Ridwan Kamil pada pemilihan gubernur 2018 yaitu PKB dengan raihan kursi sebanyak 13.

Dengan demikian dapatkan dipastikan Gerindra menjadi ketua dewan diperiopde sekarang dengan bantuan PKS yang menjadi seketutu abadinya di kursi wakil ketua DPRD.

Selain itu ada PDIP dan Golkar yang juga lawan politik Emil panggilan Ridwan Kamil berada mengisi wakil ketua DPRD Jabar. Emil di legislatif hanya memiliki satu partai pengusung yang menjadi unsur pimpinan yaitu PKB.

Ketua KPU Jabar Rifqi Ali Mubaroq mengatakan, ada 10 partai politik yang menempatkan 120 kadernya di DPRD Jabar. Semua hasil pemilihan sudah diterima oleh semua partai politik.

"Kami tetapkan 120 caleg terpilih pada Pileg 2019 yang berasal dari PKB 12 kursi, Gerindra 25 kursi, PDIP 20 kursi, Golkar 16 kursi, Nasdem 4 kursi, PKS 21 kursi, PPP 3 kursi, PAN 7 kursi, Demokrat 11 kursi, Perindo 1 kursi," kata dia di kantor KPU Jabar, Jalan Garut, Kota Bandung, Selasa (13/8/2019).

Setelah proses ini selesai, kata Rifki, KPU akan menyerahkan berkas untuk penetapan dan pengesahan. Kalau kemudian ada calon terpilih tersandung masalah hukum nanti akan berposes dulu sampai ada keputusan dari pengadilan.

Sementara itu wakil Ketua Gerindra Jawa Barat, Buky Wibawa menyatakan akan aktif mengkritisi kinerja pemerintah yang dianggap tidak baik. Yang pasti kata dia akan mengedepankan kepentingan masyarakat Jabar. Itu yang diutamakan terlebih jika pihak eksekutif bisa berjalan selaras dengan legislatif

“Saya kira memang anggota dewan itu salah satu tugasnya harus berteriak. Harus kritis. Sebenarnya pertanyaan itu harus ditujukan kepada semua anggota DPRD Jabar. Jadi memang harus sering sering berteriak. Artinya bukan berteriak menggonggong tetapi mengrkitisi setiap kebijakan apakah sesuai atau tidak. Sesuai dengan kapasitas kami sebagai anggota dewan,” ucap dia.

Buky menilai, Ridwan Kamil punya potensi sebagai pemimpin. Tetapi, dia mengingatkan bahwa kapasitas ketika menjadi wali kota dan gubenur itu berbeda tugasnya. Menjadi gubenur jauh lebih berat dan luas.

“Jadi mungkin kita akan melihat apakah konsep berfikirnya itu kalau sebagai gubenur tentu harus ada yang diubah saat beliau menjadi wali kota kan. Kemudian Program-program. Kita akan lihat itu kan persoalan Jabar banyak , itu menyangkut lingkungan , kesejehateraan masyarkat, pembangunan dan sebagainya," kata Buky.

Di samping itu, sebagai peraih kursi terbanyak, Gerindra masih melakukan seleksi mengenai sosok yang akan ditempatkan menjadi ketua dewan. Ia menyebut ketua DPD Gerindra Jabar, Brigjen Taufik Hidayat memiliki kans cukup besar untuk memimpin DPRD Jabar.

“Kami belum tahu keputusan DPP akan memilih siapa. Tapi pak Taufik memiliki kans mempinpin DPRD,” tuturnya.

Tidak ragu 
Dihubungi terpisah, Wakil Ketua DPW PKS Jabar, Haru Suandharu menyatakan semua kader yang terpilih duduk di kursi DPRD Jabar akan menjalankan fungsinya dengan maksimal. Mereka takkan ragu memberikan kritik keras terhadap segala kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dianggap melenceng.

Mereka sudah memiliki komitmen untuk tidak ragu mengkritisi program pemerintah dibawah kepemimpinan Ridwan Kamil. Apalagi, landasan pembangunan sudah dilakukan oleh kader mereka, Ahmad Heryawan yang menjabat gubernur selama dua periode.

“Semua sudah satu visi. Ketika ada kebijakan yang tidak pro rakyat, maka kami akan mengkritik dengan keras. Indikator penilaian kinerja pemerintah akan dilihat dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD),” ucap dia.

Akan tetapi menurut Haru pihaknya akan objektif. Ketika ada program yang baik, akan dukung. "Yang kami ingin tekanan adalah program gubernur sebelumnya Ahmad Heryawan juga harus dilanjutkan jika itu memang program nya baik, agar program pemerintah Jawa Barat bisa tuntas," ucap dia.

Di lain pihak, sebagai salah satu partai dengan peraih kursi terbanyak, maka unsur pimpinan akan ditempati kadernya. Saat ini, pihaknya sudah mengirimkan tiga nama untuk calon wakil ketua DPRD dan tiga nama untuk ketua fraksi DPRD Jawa Barat kepada DPP PKS.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA