Paguyuban Pasundan Inisiasi Deklarasi Damai Usai Putusan MK

Pemilu

Selasa, 18 Juni 2019 | 16:48 WIB

190618165018-paguy.jpg

Hj. Eli Siti Wasliah

PAGUYUBAN Pasundan menginisiasi pertemuan tokoh-tokoh Jawa Barat untuk melaksanakan deklarasi damai pascapilpres. Khususnya setelah adanya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang gugatan pilpres.

Tokoh-tokoh yang akan diundang dalam deklarasi yang sekaligus acara silaturahmi dan pertemuan antara tokoh di Jawa Barat itu rencananya perwakilan dari lintas partai, agama, dan lintas organisasi, termasuk pimpinan daerah, seperti gubernur, kapolda, dan pangdam.

"Rencananya kita akan melaksanakan deklarasi damai pacapilpres pada 26 Juni mendatang, khususnya untuk menyongsong keputusan MK," ungkap Ketua Umum Paguyuban Pasundan, Prof. Didi Turmudzi kepada wartawan di sela-sela Halal Bihalal di Kantor Paguyuban Pasundan, Jalan Sumatera Kota Bandung, Selasa (18/6/2019).

Ia menilai di Jawa Barat kondisi pascapilpres kondusif. Pihaknya berharap, kondusivitas ini bisa berlangsung di seluruh daerah di Jabar, bahkan Indonesia. Kondisi ini harus tetap dijaga sesuai dengan karakter masyarakat Jawa Barat yang selalu husnudzon kepada sesama.

"Kita tentunya berharap setelah adanya perbedaan pilihan, kembali bersama untuk membangun Jabar dan Indonesia. Pilpres harus menjadi pengalaman berharga bahwa perbedaan itu biasa," ungkap Didi.

Ia juga berharap masyarakat Jabar bisa memahami bahwa pilpres dan pilkada adalah agenda atau kegiatan yang wajar dan terjadi dimana-mana.

"Setelah berpuluh-puluh kali kita pilkada, termasuk pilpres maka harapan kami setelah proses pilkada itu selesai, semuanya kembali bersama-sama membangun daerahnya, demi kepentingan NKRI," tegas Didi.

Is bersyukur saat halal bihalal Paguyuban Pasundan, tokoh agama dan tokoh politik bisa hadir dan kembali bersama. "Saya bersyukur tidak ada lagi mana 01 dan 02, tadi semuanya hadir," ujarnya.

Hari Pendidikan Pasundan

Dalam kesempatan tersebut, Didi mendeklarasikan pada 18 Juni sebagai Hari Pendidikan Pasundan. Sebab, sebelum negara ini merdeka Paguyuban Pasundan sudah mendirikan lembaga pendidikan. Tokoh-tokoh nasional sudah dilahirkan dari lembaga pendidikan Pasundan ini.

Salah satunya, lembaga pendidikan Pasundan di Tasikmalaya. "Dari sekolah ini sudah melahirkan orang-orang hebat. Seperti Mang Ihin (Solihin GP). Beliau tokoh nasional, mantan Gubernur dan sampai sekarang masih ada dan hadir di tengah-tengah kita," jelasnya.

Intinya, kata Didi, lembaga Pendidikan Pasundan sudah melahirkan tokoh-tokoh bangsa. Alumninya ada yang sudah jadi wakil presiden, menteri, pimpinan lembaga negara dan lainnya.

"Oleh sebab itu, hari ini pada 18 Juni kita mendeklarasikan sebagai Hari Pendidikan Pasundan. Kita sudah ikut berperan dan memberikan kontribusi besar dalam mencerdaskan kehidupan anak bangsa," katanya.

Saat ini, kata Didi jumlah lembaga pendidikan Pasundan ads sekitar 120 sekolah dan 4 perguruan tinggi.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR