Pemantauan Hasil Sidang Sengketa Pilpres Bisa Dilakukan di Garut

Pemilu

Rabu, 12 Juni 2019 | 18:14 WIB

190612181557-peman.jpg

Agus Somantri

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, berpoto bersama tokoh masyarakat dan agama usai halal bihalal Forkopimda Garut dengan para tokoh di Aula Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan (Bakorpembang) Wilayah IV, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (12/6/2019).

SEJUMLAH tokoh masyarakat dan agama di Kabupaten Garut meminta agar masyarakat tidak pergi ke Jakarta menjelang sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (14/6/2019).

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut, KH. Sirodjul Munir mengatakan, hal tersebut untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diharapkan. Menurutnya, bagi masyarakat yang ingin mengikuti perkembangannya (sidang sengketa Pipres) bisa memantau dari Garut.

"Lebaran ini harus jadi momentum semua pihak untuk saling memafkan. Terutama usai gelaran Pemilu," ujarnya usai halal bihalal Forkopimda Garut dengan para tokoh di Aula Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan (Bakorpembang) Wilayah IV, Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Garut, Rabu (12/6/2019).

Ceng Munir berharap, para pendukung Capres 01 dan 02 berdamai. Tidak lagi merebutkan siapa yang salah dan benar. Apalagi di momen Lebaran ini harus saling minta maaf dan kembali bersatu.

Ceng Munir juga meminta semua pihak untuk saling menahan diri. Jangan terpancing dengan informasi tidak jelas yang belum tentu kebenarannya, sehingga bisa menimbulkan keresahan di masyarakat.

"Jadi saya harap setelah Pemilu yang kemarin itu jangan sampai diperpanjang lagi. Semuanya sudah selesai dan percayakan kepada yang berwenang," ucapnya.

Sementara itu Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna menyebutkan, meski putusan Pemilu telah ditetapkan oleh KPU, namun kepolisian masih terus melakukan pengamanan. Ia pun mengajak masyarakat untuk tetap menjaga perdamaian dan keamanan, khususnya di Kabupaten Garut seperti yang selama ini telah terjalin dengan baik.

"Alhamdulillah, untuk di Garut sampai saat ini tidak ada kejadian yang menonjol. Sejauh ini masih tetap kondusif. Semuanya bisa tertib dan menahan diri," katanya.

Budi juga berpesan, setelah pelaksanaan Pemilu 2019 semua elemen masyarakat di Kabupaten Garut tetap besama-sama membangun dan memciptakan keharmonisan dan kondisivitas di daerahnya masing-masing.

”Mari kita kembali bersama–sama menciptakan keharmonisan dan kebersamaan kembali” ucapnya.

Budi menyebut, masa pencoblosan dan pemilihan Pemilu 2019 telah selesai. Apapun nanti hasilnya kita tunggu bersama proses Pemilu yang saat ini masih berjalan sesuai aturan yang berlaku.

”Kita tunggu hasil Pemilu 2019, siapapun yang memimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini adalah pilihan terbaik dan harus kita hormati,” ujarnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR