Tokoh Agama Imbau Jangan Terprovokasi People Power

Pemilu

Rabu, 15 Mei 2019 | 11:31 WIB

190515113516-tokoh.jpg

dok

Ilustrasi

TOKOH agama di Sukabumi, Jawa Barat, mengimbau warga agar tidak terprovokasi atau terbawa ajakan yang bisa memecah belah bangsa ini pascapemungutan suara dan mendekati penentuan pemenang Pemilu 2019.

"Masyarakat Indonesia khususnya Sukabumi untuk bersabar menunggu hasil penghitungan suara selesai dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat dan tidak ikut-ikutan maupun terprovokasi isu 'people power' yang ramai di berbagai media sosial," kata tokoh agama Sukabumi KH Asep Al-Mawardi di Sukabumi, Rabu (15/5/2019).

Baca Juga: Rektor UMP: People Power Berbahaya

Pihaknya juga mengapresiasi kinerja aparat keamanan yang sejak awal pemilihan sampai selesai pemungutan dan penghitungan suara tingkat Sukabumi kondisi daerah tetap aman dan tidak ada gesekan antarsimpatisan.

Bahkan, ia meyakini "people power" hanya mungkin dilakukan oleh orang yang mempunyai kepentingan, tetapi untuk warga Kota dan Kabupaten Sukabumi bisa menerima hasil pemilu ini dengan lapang dada.

Baca Juga: Bupati Bandung Minta Warganya Tolak Ajakan "People Power"

Ia yang juga pimpinan Pondok Warosatul Anbiya menambahkan seharusnya Ramadhan ini dimanfaatkan untuk hal yang positif karena merupakan bulan suci dan perintah Allah SWT untuk melaksanakan puasa. Alangkah baiknya masyarakat beribadah dan melakukan aktivitas yang positif.

"Umat Islam itu rahmatan lil alamin, bukan hanya memberikan keamanan pada orang lain tetapi juga memberikan keamanan, ketenangan kepada diri sendiri. Sehingga apapun hasil yang ditetapkan KPU pada 22 Mei masyarakat harus menerima dengan lapang dada. Kita sebagai umat Islam tidak boleh membuat gaduh apalagi mengacau," katanya.

Baca Juga: Gerakan People Power Tuai Kritik

Sementara itu, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro mengimbau kepada masyarakat di wilayah hukumnya untuk tetap menahan diri dan tidak mudah terprovokasi. Selain itu, jangan mudah percaya dengan informasi yang ada di media sosial, sebelum disebarlkan alangkah baiknya disaring terlebih dahulu.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR