Ketua MUI Tasik: People Power Lebih Banyak Mudaratnya

Pemilu

Selasa, 14 Mei 2019 | 13:20 WIB

190514132752-ketua.jpg

Ilustrasi

KETUA MUI dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Tasikmalaya, KH. Ate Musodiq meminta kepada warga Kota Tasikmalaya tidak berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi pada 22 Mei mendatang. Pasalnya, dikhawatrikan akan menimbulkan keresahan.

Selain itu, pihaknya juga menolak segala upaya mendelegitimasi hasil Pemilu 2019. Masyarakat agar menyikapi hasil Pemilu 2019 sesuai koridor hukum.

Untuk itu, KH Ate mengimbau masyarakat Kota Tasikmalaya tidak terpengaruh isu people power. Karena, alih-alih menegakkan keadilan malah berujung kemudaratan.

"Gerakan people power tersebut sangat tidak perlu dilakukan lebih banyak mudaratnya. Kami menolak segala bentuk deligitimasi hasil Pemilu 2019, gerakan apa pun itu," kata KH Ate, Selasa (14/5/2019).

Ia mengatakan, pemungutan suara sudah terlaksana. Warga bersabar menanti hasilnya. Ia meminta agar apapun hasilnya untuk dihargai.

"Kalau ditemukan adanya kesalahan, maka silahkan diproses melalui mekanisme yang berlaku, itu langkah yang paling tepat dan baik," katanya.

Hal senada diungkapkan Ketua Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Kota Tasikmalaya, Asep Rizal Asyari.

"Sudah banyak korban akibat terus ditanamkannya opini-opini terkait penyelenggaraan Pemilu 2019, sehingga harus segera dihentikan. Bahkan sudah berapa banyak yang menjadi korban hoaks pemilu," katanya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA