Lapitek UKRI Rilis Survei Pilihan Masyarakat Terhadap Pemimpin Nasional

Pemilu

Kamis, 25 April 2019 | 22:13 WIB

190425214449-lapit.jpg

Asep Awaludin

LEMBAGA  Afiliasi Pengetahuan Ilmu dan Teknologi Universitas Kebangsaan Republik Indonesia merilis hasil survei terkait Pemilihan Presiden 2019. Survei dilakukan dengan mengumpulkan formulir C-1 Plano atau catatan hasil penghitungan suara dari tempat pemungutan suara di seluruh Indonesia. 
Survei ini menyatakan terwakilan harapan rakyat untuk kepemimpinan Indonesia lima tahun mendatang berada pada pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno yang memperoleh 62,20 persen. Sementara, pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebanyak 35,90 persen. 
Direktur Lapitek Universitas Kebangsaan Republik Indonesia  Rochmanijar Setiady mengungkap, survei ini melibatkan relawan di seluruh wilayah Indonesia yamg menjangkau lebih dari 8.000 lokasi, dengan margin of error 2,46 persen, serta tingkat kepercayaan 95 persen.
“(Sampel) yang banyak masuk dari wilayah barat, karena di wilayah timur kita ada beberapa kesulitan teknis,” ujarnya, di Kampus Universitas Kebangsaan Republik Indonesia, Kamis (25/4).
Dirinya menyebut, provinsi yang miliki sebaran paling banyak Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan Sumatera. Rochmanijar mengklaim, jika sebaran sampel dilakukan secara bersamaan di seluruh daerah. 
“Begitu (C1 Plano) masuk dari relawan, kita langsung masukkan dan kita catat. Itu yang kita lakukan,” tukasnya.
Dia menyatakan, jika survei yang dilakukan tidak mengarah kepada siapa pemenang Pilpres 2019. Namun lebih kepada harapan masyarakat terhadap sosok pimpinan nasional.
“Kita bicara harapan masyarakat terhadap sosok untuk kepemimpinan nasional. Itu yang kami garis bawahi. Kami tidak berkait dengan masalah politisnya, tetapi ingin melihat dari sisi akademis,” bebernya.
Disinggung mengenai dana untuk melakukan survei tersebut, dia menerangkan, gunakan anggaran kampus yang dialokasikan untuk penelitian tahunan. Dari beberapa survei yang dilakukan, Lapitek Universitas Kebangsaan Republik Indonesia telah menghabiskan anggaran sekitar Rp206 juta. 
“Masalah pendanaan murni kami gunakan dana penelitian yang kami anggarkan tiap tahun. Tapi karena tahun ini sebagai tahun politik, jadi anggaran hampir 90 persen digunakan. Kita harapkan survei ini bisa menggambarkan harapan atau keinginan masyarakat berdasarkan sebaran yang kita lakukan,” pungkasnya. 

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR