Pengamat: BPN Harus Beberkan Bukti Kemenangan Prabowo-Sandi

Pemilu

Jumat, 19 April 2019 | 09:45 WIB

190419094647-penga.jpg

dok

ilustrasi

PASANGAN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengklaim kemenangan 62 persen berdasarkan hitungan real count internal. Sementara mayoritas lembaga survei menyatakan Jokowi-Ma'ruf Amin unggul berdasarkan quick count.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing meminta tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi untuk membuktikan klaim tersebut.

"Mereka (BPN) harus menjelaskan metodologinya, beberkan bukti dan faktanya. Jika itu real count, dari berapa persen daerah yang sudah dilakukan perhitungan itu harus dibuktikan," tutur Emrus, Jumat (19/4/2019).

Pernyataan Emrus dikeluarkan menanggapi deklarasi kemenangan capres nomor 02 Prabowo Subianto, kemarin.

Emrus menjelaskan, jika klaim Prabowo itu merujuk pada hasil real count internal maka Prabowo-Sandi baru menang di TPS atau daerah yang menjadi objek perhitungan mereka. Tidak logis jika Prabowo mengklaim menang dengan hanya berbekal hasil real count sebagian.

"(Real count internal) itu tidak bisa disamakan dengan quick count lembaga survei," kata Emrus dalam keterangan tertulisnya.

Hitung cepat lembaga survei, tambah Emrus, bisa dipertanggungjawabkan secara statistik. Pasalnya, mereka menggunakan metodologi terukur, sample yang digunakan juga representatif, dan memiliki keterwakilan dengan populasi. "Dan quick count ini sudah teruji di dunia," tegasnya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR