Tetap Bekerja di Hari Pencoblosan

Pemilu

Rabu, 17 April 2019 | 17:12 WIB

190417171413-tetap.jpg

Engkos Kosasih

KETUA Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Partai Kebangkitan H. Cucun Ahmad Syamsurijal menyangkan masih adanya perusahaan industri di Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, yang tidak meliburkan para pekerjanya pada pemilu serentak, Rabu (17/4/2019).

Ia menilai, perusahan tersebut telah melakukan pembangkangan kepada negara, karena tidak memberikan ruang kepada pekerja untuk menyalurkan hak suaranya. Seharusnya pada saat pencoblosan, perusahaan meliburkan karyawannya.

"Mereka yang masih memperkerjakan buruh ini, pabriknya dimana? Di Indonesia atau negara luar? Kenapa mengabaikan aturan negara," cetus Cucun kepada galamedianews.com di Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, Rabu (17/4/2019).

Cucun mengetahui hal itu setelah melakukan pemantauan ke salah satu kawasan industri di Kecamatan Solokanjeruk. Dari 43 perusahaan di kawasan industri tersebut, salah satunya tetap beroperasi pada hari pemilu.

Ia mengaku menyayangkan kepada pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) serta aparat berwenang, karena tidak berhasil menjegal pihak perusahan yang melarang pekerjanya untuk libur dan mencoblos dihari pemilu.

"Siapapun yang menjegal seseorang untuk berpartisipasi pada pemilu harus diproses pidana," katanya.

Sejumlah pekerja di kawasan industri yang berada di Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, tetap bekerja pada hari pencoblosan pemilu presiden serta legislatif.

Dari pantauan lapangan, sejumlah pekerja yang sebagian besar adalah kaum perempuan ini, merupakan sejumlah pekerja di industri tekstil dan mulai berdatangan untuk bekerja sejak pukul 13.00 WIB.

Seorang pekerja, Yanti (33), mengatakan kalau ia bekerja pada hari ini pukul 14.00 WIB hingga 22.00 dan sebelumnya telah melakukan pencoblosan di tempat pemungutan suara (TPS) sekitar tempat tinggalnya di Majalaya.

"Tadi pagi nyoblos dahulu, karena memang minggu ini masuk siang," kata Yanti di Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, Rabu (17/4/2019).

Yanti mengatakan, kalau ia belum mengetahui kalau 17 April 2019 sebagai pencoblosan, ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai hari libur nasional dan ia tetap bekerja pada hari tersebut.

Tak hanya itu, kata Yanti, ia pun tidak mendapatkan informasi dari pihak perusahaan untuk meliburkan diri pada hari pencoblosan dan tidak mendapat uang pengganti hari libur (lembur).

"Saya kira tidak libur, suruh nyoblos dahulu terus kerja," ucapnya.

Terkait libur para pekerja, dalam surat edaran Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia nomor 1 tahun 2019, disebutkan bahwa pada 17 April 2019 menjadi hari libur pula bagi para pekerja.

Beberapa poin dalam surat tersebut dituliskan, pengusaha harus memberikan kesempatan kepada pekerja/buruh untuk melaksanakan hak pilihnya.
Namun apabila, pada hari tersebut pekerja/buruh harus bekerja, maka pengusaha wajib mengatur waktu kerja, sehingga para pekerja tetap memberikan hak suaranya.
Kemudian, bila melaksanakan kerja pada hari pemilihan, pekerja berhak mendapatkan upah kerja lembur, sesuai dengan yang telah diterima para pekerja pada saat waktu libur.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR